Fokus Jateng – BOYOLALI –Memasuki tahun ajaran baru, Pemerintah Kabupaten Boyolali berupaya meringankan beban wali murid, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan seragam sekolah dan Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis, bagi peserta didik baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP.
“Ini menjadi salah satu program unggulan kami. Alhamdulillah hari ini sudah mulai kita bagikan. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat anak-anak untuk terus belajar dan sedikit banyak mampu meringankan beban ekonomi para wali murid,” kata Bupati usai menyerahkan secara simbolis seragam dan LKS gratis kepada siswa di dua sekolah, yakni SDN 1 Siswodipuran dan SMP 2 Boyolali pada Jumat 28 Agustus 2026.
Agus mengatakan seragam dan LKS gratis untuk siswa yang dibiayai APBD 2026 tersebut akan dibagikan bertahap dan ditarget selesai pada September 2026 meski nilai kontrak berakhir pada Oktober 2026. Pada tahap awal, penyaluran direalisasikan di dua wilayah, yakni Kecamatan Mojosongo dan Kecamatan Boyolali.
Disebutkan seragam dan LKS gratis akan disalurkan kepada 20.609 murid baru kelas I SD dan VII SMP baik negeri-swasta. Terdiri dari 10.060 murid kelas I SD dan 10.549 murid kelas VII SMP. Dengan rincian, siswa kelas I SD mendapatkan tiga setel seragam jadi yaitu OSIS, Pramuka, batik, serta delapan LKS dengan nilai paket Rp502.000 untuk masing-masing siswa.
“Siswa SMP mendapatkan tiga setel kain seragam untuk OSIS, Pramuka, batik, dan 11 buku LKS dengan nilai paket Rp541.600 untuk masing-masing siswa,” katanya.
Total besaran penyerapan anggaran pengadaan seragam dan LKS gratis untuk jenjang SD Rp5 miliar dan SMP, lanjut Agus senilai Rp5,7 miliar.
”Untuk wali murid siswa baru kelas I SD dan VII SMP, mohon bersabar untuk tidak membeli seragam baru dulu. Ini berproses, mungkin tahap II dan III segera menyusul. Bersabar sedikit, semoga prosesnya segera selesai dan bisa kami bagikan seluruh kecamatan di Boyolali,” katanya.
Mengingat program ini merupakan tahun perdana, Pemkab Boyolali berencana mengevaluasi pelaksanaan serta kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk keberlanjutan di tahun mendatang.
Agus berharap bantuan nantinya tidak hanya menyasar sekolah negeri dan swasta di bawah Pemkab, tetapi juga madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Sementara, salah satu pelajar SMPN 2 Boyolali, Asyifa mengaku senang menerima bantuan seragam sekolah dari Pemkab Boyolali. Menurutnya, bantuan seragam dan LKS sangat membantu keluarganya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan pada awal tahun ajaran. ( yull/***)
