Oleh: Gilang Mustofa, Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng-SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program kerja individu berupa Pelatihan dan Diskusi Interaktif mengenai Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi bagi Karang Taruna Dukun grumbul,desa pengkol, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.
Kegiatan ini dilaksanakan di rumah bapak Suparno selaku pembina karang taruna sekar arum dan diikuti oleh kurang lebih 30 anggota Karang Taruna Desa Pengkol. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam berbagi pengetahuan sekaligus berdiskusi bersama pemuda mengenai kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.
Pemilihan tema kepemimpinan dan manajemen organisasi dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pemuda dalam berbagai kegiatan di lingkungan masyarakat. Karang Taruna sebagai wadah kepemudaan memiliki peran dalam mengembangkan kegiatan sosial dan kepemudaan di desa. Dalam menjalankan kegiatan tersebut, diperlukan komunikasi, kerja sama, pembagian tugas, serta perencanaan yang baik.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi secara satu arah. Mahasiswa mengemas kegiatan dalam bentuk sharing dan diskusi interaktif, sehingga anggota Karang Taruna dapat ikut menyampaikan pendapat, pengalaman, maupun permasalahan yang pernah ditemui selama menjalankan kegiatan organisasi.
Materi yang dibahas meliputi dasar-dasar kepemimpinan, karakteristik seorang pemimpin, manajemen organisasi, perencanaan kegiatan, pembagian tugas, komunikasi dalam organisasi, serta pentingnya evaluasi setelah kegiatan dilaksanakan.
Suasana kegiatan berlangsung cukup santai dan interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan menanggapi pembahasan yang diberikan. Selain diskusi, kegiatan juga dilengkapi dengan games atau kuis yang berkaitan dengan materi. Sesi tersebut mendapat respons positif dari peserta dan membuat suasana kegiatan menjadi lebih aktif.
Salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan adalah bahwa pengelolaan organisasi tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang rumit. Hal-hal sederhana seperti komunikasi antaranggota, pembagian tugas yang jelas, perencanaan sebelum kegiatan, dan evaluasi setelah kegiatan dapat membantu organisasi berjalan lebih terarah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap diskusi yang dilakukan dapat menjadi ruang bertukar pengalaman antara mahasiswa KKN dengan anggota Karang Taruna. Selain mendapatkan tambahan wawasan, mahasiswa juga memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi apresiasi kepada peserta yang aktif mengikuti games/kuis dan dilanjutkan dengan dokumentasi bersama. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar dan peserta menunjukkan antusiasme selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Pelatihan dan Diskusi Interaktif mengenai Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan KKN saja, tetapi dapat menjadi tambahan wawasan yang bisa diterapkan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan Karang Taruna Desa Pengkol ke depannya. (ist/***)
