FOKUSJATENG.COM-BOYOLALI-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menggelar berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Boyolali ke-179. Salah satunya silaturahmi Bupati Boyolali Agus Irawan bersama tokoh agama dari unsur Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pendapa Alit Rumdin Bupati Boyolali, Kamis 4 Juni 2026.
Hadir pada kesempatan itu, perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali, majelis wakil cabang (MWC) di 22 kecamatan di Boyolali, badan otonom NU seperti Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Pagar Nusa. “Terima kasih banyak kepada para kiai yang telah hadir pada acara silaturahmi bersama tokoh agama pada hari ini,” tutur Bupati Boyolali Agus Irawan, dalam mengawali sambutannya.
Kenapa agenda silaturahmi ini digelar? Alasan pertama adalah bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Boyolali ke-179. Bupati dan segenap jajaran Pemkab Boyolali memohon pada para kiai dan keluarga besar PCNU Kabupaten Boyolali untuk mendoakan Boyolali tetap kondusif, aman dan nyaman. “Utamanya kami yang ada di jajaran pemerintahan mohon doanya semoga dapat menjalankan amanah sebaik-baiknya,” paparnya.
Selain silaturahmi, bupati mengundang para tokoh kiai NU juga dalam rangka serap aspirasi. Sebab, para kiai yang tersebar di seluruh Boyolali diharapkan dapat membantu program-program kerja kabupaten dengan menyampaikan informasi-informasi yang sifatnya membangun.
“Informasi yang kami tangkap bahwa pembangunan agak lambat dan tidak segera. Hal ini dikarenakan adanya efisiensi besar-besaran dari pemerintah pusat. Tapi tetap semangat membangun Boyolali meski tidak maksimal,” kata Mas Bupati.
Kemudian bupati juga merespons informasi di wilayah Boyolali utara terkait jalan rusak yang tidak segera diperbaiki. Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan tahap pertama pengurukan. Setelah di kroscek lebih jauh, status jalan yang rusak tersebut ternyata jalan desa. Meski demikian, bupati tetap mengupayakan untuk perbaikan. “Dikoordinasikan dengan pusat,” ujarnya.
Lantas, bupati juga menyampaikan pembangunan Pasar Karanggede belum bisa dilaksanakan tahun ini. Hal ini mengingat terjadinya penyesuaian harga yang mengalami kenaikan. Sehingga pemkab belum bisa lelang untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. “Jika tetap lelang nanti dikhawatirkan pengurangan kualitas bangunan. Bangunan tidak selesai rekanan lari,” kata bupati.
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Boyolali KH. Iqbal Mulyanto, S.Ag menyambut baik acara silaturahmi bersama Bupati Boyolali Agus Irawan yang digelar Pemkab Boyolali. Pihaknya menyatakan komitmennya bahwa PCNU, MWC di 22 kecamatan, pengurus ranting di 267 desa/kelurahan berkomitmen mengawal pemerintah kabupaten Boyolali tetap nyaman, aman, dan kondusif.
“Kami punya lembaga pendidikan 84 madrasah dan 70 pesantren. Kami harapkan koordinasi dan konsolidasi terus dibangun. Kami berkomitmen membangun sinergitas bersama pemkab untuk bareng-bareng menata Boyolali lebih baik,” jelasnya.
Di akhir acara silaturahmi, Ketua PCNU Kabupaten Boyolali KH. Iqbal Mulyanto, S.Ag menyerahkan buku tata kelola dan tata administrasi kepada Mas Bupati Agus. Penyerahan buku ini sebagai media konsep untuk kolaborasi mengawal program-program pembangunan di Boyolali. (*)
