P3JS Peringati Milad Pasar Jongke, Gandeng Puspo Wardoyo

Paguyuban Pedagang Pasar Jongke Surakarta (P3JS) mengadakan rangkaian acara untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Milad Boyong Pasar Jongke ke-2. (Istimewa/*thia/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng-SURAKARTA — Paguyuban Pedagang Pasar Jongke Surakarta (P3JS) menggandeng pengusaha kuliner Puspo Wardoyo dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Milad Boyong Pasar Jongke ke-2.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah sarapan mie ayam bersama dengan melibatkan pelaku UMKM kuliner di sekitar Pasar Jongke pada Minggu, 30 Agustus 2026. Sebanyak 1.300 porsi mie ayam disiapkan untuk pedagang, warga, peserta senam, dan pengunjung Pasar Jongke.

Ketua P3JS Edi Santoso mengatakan dukungan Puspo Wardoyo menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut, terutama karena pengusaha kuliner itu dinilai memiliki kepedulian terhadap perkembangan UMKM. Puspo juga dikenal aktif membantu pelaku usaha kecil, termasuk saat pandemi Covid-19 ketika banyak UMKM mengalami penurunan pembeli.

“Pak Puspo itu sudah lama dikenal enthengan membantu UMKM. Waktu Covid-19, UMKM yang sepi pembeli juga ditolong dengan menggelar lapak di Kali Pepe secara gratis,” kata Edi saat ditemui wartawan dalam konferensi pers, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut Edi, kegiatan sarapan mie ayam tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan milad. P3JS ingin mendorong mie ayam sebagai salah satu pilihan menu sarapan sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku UMKM kuliner.

Masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, kata dia, selama ini belum terbiasa menjadikan mie ayam sebagai menu sarapan. Padahal, pedagang mie ayam mudah ditemukan hampir di setiap kawasan.

“Pedagang mie ayam hampir di setiap gang ada, tetapi biasanya jualannya di atas jam 12. Kalau jualan pagi jarang. Maka kita harus membumikan sarapan mie ayam,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, P3JS melibatkan lima pelaku UMKM mie ayam dari kawasan Pasar Jongke dan sekitarnya. Sebanyak 1.300 porsi mie ayam akan dibagikan menggunakan sistem kupon agar kegiatan berlangsung tertib.

Edi menyebut keterlibatan UMKM dalam kegiatan itu diharapkan tidak berhenti pada acara seremonial. Jika masyarakat mulai terbiasa membeli mie ayam pada pagi hari, peluang usaha bagi pedagang kuliner juga akan semakin terbuka.

Hubungan Edi dengan Puspo Wardoyo juga telah terjalin cukup lama dalam konteks usaha. Edi pernah menjadi pemasok mie untuk usaha Mie Pak Karso selama beberapa tahun.

“Pernah saya menjadi supplier mie Jawa Mie Pak Karso beberapa tahun. Kami ada sebagai supplier,” ujarnya.

Selain sarapan mie ayam, rangkaian kegiatan Milad Boyong Pasar Jongke ke-2 juga diisi bazar UMKM, donor darah, pengajian akbar, senam aerobik, hiburan musik, serta pembagian doorprize.

Bazar UMKM telah berlangsung beberapa hari sebelumnya dan digelar setiap sore. Sementara donor darah dilaksanakan pada Sabtu (29/8/2026), sedangkan pengajian akbar dijadwalkan Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB dengan menghadirkan KH Ahmad Yani dari Boyolali.

Sejumlah doorprize dalam rangkaian kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari para mitra, termasuk Puspo Wardoyo.

“Banyak doorprize hadiah untuk peserta senam. Nanti ada undian untuk kegiatan secara umum,” kata Edi.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi dijadwalkan hadir dalam agenda sarapan mie ayam sekitar pukul 11.00 WIB. Edi mengatakan pemerintah kota memberikan dukungan terhadap kegiatan yang digelar para pedagang Pasar Jongke tersebut.

“Mas Wali juga mendukung sepenuhnya. Diusahakan Minggu jam 11.00 beliau rawuh,” ujarnya.

Edi berharap rangkaian Milad Boyong Pasar Jongke ke-2 dapat membuat aktivitas pasar semakin hidup sekaligus memperluas peluang usaha bagi pedagang. Dia juga berharap Pasar Jongke berkembang bukan hanya sebagai pusat perdagangan, tetapi menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Surakarta.

“Harapan kami pasar lebih ramai dan syukur-syukur bisa menjadi destinasi wisatawan untuk pergi ke Pasar Jongke,” katanya. (*Thia/***)