Menembus Kegelapan Telaga Madirda Karanganyar : Ketika Puluhan Relawan SAR Mengasah Keterampilan Menyelam Malam

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Suasana dingin yang menusuk kulit dan kegelapan pekat menyelimuti kawasan Telaga Madirda, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, pada Jumat hingga Sabtu (28–29/8/2026). Di balik ketenangan telaga di kaki Gunung Lawu tersebut, puluhan relawan Search and Rescue (SAR) potensi justru sibuk bersiap. Mengenakan perlengkapan selam lengkap, mereka bersiap menembus dinginnya air untuk menguji mental dan keahlian dalam latihan gabungan simulasi penyelaman malam (night dive).

Agenda bertajuk Night Dive dan Underwater SAR Search Pattern ini diinisiasi oleh SAR Kabupaten Karanganyar yang bergandengan tangan dengan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI). Tak hanya itu, aksi nyata peningkatan kapasitas ini mendapat dukungan penuh dari BPBD Karanganyar, Basarnas Surakarta, BUMDesa Alam Berjo, hingga pemerintah daerah setempat.

Para peserta yang hadir tak sekadar datang dari kawasan Solo Raya. Semangat kemanusiaan membawanya meluas hingga ke Magelang, Kudus, Semarang, sampai Yogyakarta. Bagi mereka, agenda dua hari satu malam ini bukan sekadar pelatihan teknis berisiko tinggi, melainkan ajang konsolidasi dan mempererat tali silaturahmi antaranggota tim SAR lintas sektor.

Menguji Navigasi di Kegelapan Total

Alur simulasi dirancang begitu ketat. Dimulai pada Jumat sore, para relawan wajib melalui sesi safety briefing serta pemeriksaan ulang seluruh peralatan diving. Begitu malam tiba, ujian sesungguhnya dimulai: para peserta diterjunkan langsung ke dalam telaga untuk menguji kemampuan navigasi bawah air dalam kondisi minim cahaya, lalu ditutup dengan evaluasi teknis (de-briefing).

Memasuki Sabtu pagi, latihan berlanjut ke tahap yang tak kalah krusial. Para peserta digembleng memperdalam metode pencarian korban di bawah air (underwater search pattern) serta pengetatan prosedur keselamatan menyelam berpasangan (buddy check).

Ketua Pelaksana sekaligus Koordinator Bidang Pendidikan dan Pelatihan SAR Karanganyar, Muhammad Rasyid Al Fauzan (yang akrab disapa Cepak), mengungkapkan bahwa fokus utama kegiatan ini difokuskan pada penguasaan navigasi bawah air, efektivitas komunikasi tim saat gelap, penggunaan penerangan khusus, hingga manajemen situasi darurat.

“Melalui skenario terpadu di kedalaman dan dinginnya suhu Telaga Madirda, para penyelam digembleng agar mampu merespons insiden kecelakaan air secara cepat, tepat, dan terukur sewaktu-waktu dibutuhkan, sekalipun dalam misi yang riskan seperti pencarian korban di perairan terbuka,” tutur Rasyid.

Disiplin keselamatan juga menjadi prioritas utama penyelenggara. Setiap penyelam diwajibkan membawa senter bawah air utama dan cadangan, menjalani inspeksi alat secara berkala, serta tetap menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem Telaga Madirda selama kegiatan berlangsung.

Apresiasi Atas Dedikasi Tanpa Pamrih

Aksi tangguh para relawan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo. Ia menyampaikan rasa hormatnya atas dedikasi dan profesionalisme relawan yang selalu siap bekerja tanpa pamrih demi kemanusiaan.

Sugiharjo menegaskan komitmen BPBD Karanganyar untuk terus mendukung upaya peningkatan kapasitas relawan. Ia juga mendorong Basarnas serta para pemangku kepentingan terkait agar rutin menyelenggarakan pelatihan teknis serupa secara berkala.

“Hal ini krusial guna memperkuat kekompakan, soliditas, serta kesiapsiagaan relawan saat diterjunkan dalam operasi pencarian dan pertolongan di wilayah perairan (water rescue), maupun medan kritis lainnya,” tegas Sugiharjo. ( bre)