KARANGANYAR – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi memulai babak baru dalam pembinaan olahraga disabilitas. Selain meresmikan Asrama Atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah, Pemprov juga menyalurkan tali asih senilai miliaran rupiah bagi para pahlawan olahraga yang berlaga di ASEAN Para Games XIII Thailand 2025.
Peresmian yang berlangsung di Karanganyar, Rabu (15/4/2026), ini menandai posisi Jawa Tengah sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas asrama NPCI terpadu di tingkat provinsi.
Fasilitas Modern untuk Cetak Juara
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Muhammad Masrofi, menjelaskan bahwa asrama ini dibangun di atas lahan seluas 1.749 meter persegi di Dusun Jumok, Kelurahan Delingan, Karanganyar.
Berikut adalah detail proyek asrama tersebut:
-
Kapasitas: Mampu menampung hingga 200 atlet.
-
Struktur: Gedung megah berlantai tiga.
-
Anggaran: Total dana swadaya komunitas NPCI sebesar Rp22,06 miliar, didukung hibah APBD Jateng sebesar Rp870 juta untuk sarana prasarana.
-
Target: Pembangunan dimulai Januari 2025 dan diproyeksikan rampung pada Oktober 2025.
“Kehadiran asrama ini akan menghapus ketergantungan atlet terhadap sistem sewa tempat tinggal sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan,” tegas Masrofi.
Kontribusi Besar di ASEAN Para Games 2025
Prestasi atlet disabilitas Jawa Tengah memang tidak main-main. Pada ajang ASEAN Para Games XIII di Thailand, atlet asal Jateng menjadi tulang punggung kontingen Indonesia.
Data Capaian Atlet Jateng:
-
Emas: 44 Medali
-
Perak: 33 Medali
-
Perunggu: 39 Medali
-
Kontribusi: Menyumbang 32,5% dari total medali Indonesia hingga berhasil membawa Indonesia meraih posisi runner-up.
Bonus Rp10,01 Miliar untuk Atlet dan Pelatih
Sebagai bentuk apresiasi atas keringat dan kerja keras para atlet, Gubernur Jawa Tengah, Achmad Luthfi, menyerahkan tali asih dengan total nilai mencapai Rp10,01 miliar.
Penyaluran dana apresiasi ini dibagi menjadi dua tahap:
-
Tahap I: Rp4,415 miliar.
-
Tahap II: Rp5,596 miliar (melalui APBD Perubahan 2026).
Gubernur Luthfi menegaskan bahwa dirinya akan terus mengawal anggaran untuk pengembangan olahraga disabilitas agar tetap tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kalian adalah pejuang bangsa. Prestasi ini harus terus ditingkatkan. Gedung baru ini adalah cambuk. Fasilitas meningkat, prestasi juga harus meningkat,” pungkas Luthfi memotivasi para atlet. ( bre/ gdr )
