BPBD Boyolali : Waspada Dampak El Nino, kemarau panjang dan kekeringan

Ilustrasi droping air bersih (Doc/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng – BOYOLALI,-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali waspada terhadap ancaman El Nino Godzilla. Sebagaimana peringatan BMKG, bahwa tahun ini diprediksi musim kemarau lebih panjang dan lebih panas. Gelombang El Nino diprediksi berlangsung selama 4-6 bulan ke depan.

Kalakhar BPBD Boyolali Suratno mengatakan musim panas akan segera hadir di bulan April awal hingga November. Tetapi puncaknya ada di bulan Agustus. Dengan demikian akan berpotensi menyebabkan kekurangan air bersih dan meningkatkan risiko kebakaran lahan.

Terkait hal tersebut, BPBD Boyolali melakukan kesiapan dari sisi penanganan bencana. Diantaranya fokusnya penyediaan air bersih untuk masyarakat, bagi wilayah-wilayah yang setiap tahun selalu mengalami kekeringan.

“Sehingga yang perlu kami pikirkan adalah bagaimana pendistribusian air bersihnya,” imbuhnya. Rabu 1 April 2026.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan menyiapkan tempat cadangan air untuk mengantisipasi kekeringan akibat kemarau panjang. Selain itu, Suratno juga menekankan pentingnya antisipasi terhadap kebakaran rumah maupun lahan selama musim kemarau.

“Memang Penurunan curah hujan ini berpotensi memicu kekeringan, kebakaran. Tapi yang paling penting yaitu menghindari pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran secara meluas,” katanya.

Ia menambahkan, sosialisasi dan edukasi ke warga tentang kewaspadaan ancaman fenomena El Nino tersebut akan dilaksanakan terus menerus agar seluruh warga Boyolali siap mengantisipasi dampak El Nino. ( yull/**)