FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan penuh dalam memfasilitasi arus mudik Lebaran tahun ini. Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, saat memberikan keterangan kepada awak media di Kabupaten Karanganyar, baru-baru ini.
Sumanto memaparkan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) yang dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur, Kapolda, Pangdam, serta jajaran BUMN seperti Pertamina, Bulog, dan PLN, seluruh sektor telah menyatakan kesiapannya.
Lonjakan Pemudik Nasional Hingga 140 Juta Jiwa
Jawa Tengah diprediksi akan menjadi titik tumpu utama pergerakan masyarakat pada Lebaran kali ini. Sumanto menyebutkan angka yang sangat signifikan terkait jumlah pemudik yang akan melintas maupun menuju Jawa Tengah.
“Mudik Lebaran kali ini yang akan melewati Jawa Tengah itu hampir ribuan juta (jiwa) pemudik sementara untuk Pemudik jateng 38 jt. Melintas jateng .17 jt . Nasional 143 jt Sumanto di hadapan wartawan.
Tingginya angka ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat Jawa Tengah juga akan menampung arus kendaraan dari arah Jawa Timur maupun Yogyakarta.
Kesiapan Infrastruktur dan Logistik
Terkait infrastruktur jalan, Sumanto menjelaskan bahwa progres perbaikan jalan provinsi di Jawa Tengah sudah mencapai 90%. Ia menargetkan seluruh perbaikan, termasuk penutupan lubang-lubang jalan, akan rampung total pada tanggal 11 mendatang agar tidak membahayakan pemudik.
Selain infrastruktur, sektor logistik dan energi juga dipastikan aman:
-
BBM & LPG: Laporan dari Pertamina menyatakan stok dalam kondisi siap dan mencukupi.
-
Listrik: PLN telah memberikan jaminan keandalan pasokan selama masa lebaran.
-
Pangan: Stok kebutuhan pokok masyarakat melalui Bulog dipastikan tersedia dengan cukup.
Antisipasi Bencana dan Optimalisasi Wisata
Pemerintah Provinsi juga tetap waspada terhadap potensi bencana alam di beberapa titik rawan seperti Gunung Muria, Pati, Banjarnegara, hingga Cilacap, terutama terkait penanganan tanah bergerak.
Di sisi lain, Sumanto mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk mempersiapkan objek wisata dengan maksimal. Menurutnya, momentum Lebaran adalah waktu di mana masyarakat mengeluarkan tabungan selama setahun untuk berlibur, sehingga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Intinya, pemerintah siap memfasilitasi agar masyarakat bisa berlebaran dengan nyaman dan aman di Jawa Tengah,” pungkasnya. ( bre )
