Fokus Jateng-KLATEN – Anggota MPR/DPR-RI, Didik Haryadi, menekankan pentingnya resiliensi nasional agar Indonesia tidak terombang-ambing oleh hegemoni global. Masyarakat diminta tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak terprovokasi sentimen keagamaan atau politik yang dipicu konflik Timur Tengah saat ini.
Hal itu disampaikan Didik Haryadi, dalam sosialisasi 4 pilar di Balai Desa Belang Wetan, Klaten pada Selasa 10 Maret 2026. Sosialisasi ini dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pada pagi dan sore hari.
Pada sesi pagi, sosialisasi 4 pilar diikuti oleh warga Desa Belang Wetan untuk penguatan akar rumput. Kemudian di sesi sore hari, diikuti oleh kader PMII Klaten dan HMI Klaten untuk bedah kritis peran mahasiswa.
“Bahwa ditengah ketidakpastian global, persatuan melalui Empat Pilar adalah instrumen pertahanan terkuat yang tidak bisa dihancurkan oleh teknologi militer manapun,” ujar Didik Haryadi.
Didik menyampaikan, Pancasila menjadi kompas, fondasi politik luar negeri Indonesia yakni bebas aktif. Agar Indonesia tetap netral dan mengutamakan perdamaian dunia.
Dalam UUD 1945, lanjut dia, juga mengamanatkan untuk menjalankan ketertiban dunia dengan menjaga soliditas internal bangsa sebagai kekuatan diplomasi.
Mengantipasi kenaikan harga minyak dunia dan inflasi dampak perang AS-Israel dengan Iran dan ditutupnya selat Hormuz. Didik menekankan semangat gotong-royong, untuk menjaga ketahanan ekonomi bangsa Indonesia.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi sentimen keagamaan atau politik yang dipicu konflik Timur Tengah,” imbau dia. ( ist/***)
