FOKUSJATENG.COM, SRAGEN – Anggota Komisi X DPR RI, Juliatmono, menyapa masyarakat Sragen melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di era digital. Bertempat di Warung Bu Djar, Sragen, pada Jumat, 13 Maret 2026, acara ini menghadirkan pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan bertajuk “Literasi Digital & Fundamental Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)” ini bertujuan agar masyarakat Sragen tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk peningkatan produktivitas.
Dorong Masyarakat Melek Teknologi
Dalam sambutannya, Anggota Komisi X DPR RI, Juliatmono, menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi masyarakat di tingkat akar rumput. Ia menyatakan bahwa kolaborasi dengan BRIN merupakan langkah strategis untuk mendekatkan riset dan inovasi kepada masyarakat luas.
“Kami ingin masyarakat Sragen memiliki daya saing yang kuat. Literasi digital dan pengenalan AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar kita bisa beradaptasi dengan perubahan zaman. Melalui sinergi dengan BRIN, kita membawa ilmu pengetahuan langsung dari para pakar untuk menjawab tantangan riil yang dihadapi masyarakat sehari-hari,” ujar Juliatmono dalam narasinya.
AI Sebagai Solusi Masa Depan
Zainuri Iksan, M.M., Analis Pemanfaatan Iptek dari BRIN yang hadir sebagai pemateri, memaparkan bahwa AI telah hadir dalam kehidupan sehari-hari, seperti fitur navigasi kemacetan di Google Maps. Ia menjelaskan bahwa BRIN memiliki berbagai program pendampingan untuk memastikan inovasi ini berdampak langsung, seperti Pendampingan Inovasi Akar Rumput (PIAR) dan Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat (PKP-RIM).
“Kehadiran kami di sini adalah wujud komitmen BRIN untuk menjadikan riset dan inovasi berdampak nyata. AI bukan untuk ditakuti, melainkan alat yang bisa membantu UMKM meningkatkan kualitas dan daya saing produknya. Kami siap melakukan transfer pengetahuan agar inovasi masyarakat dapat disempurnakan secara ilmiah,” jelas Zainuri Iksan dalam paparannya.
Program Pemberdayaan UMKM dan Pemuda
Selain materi AI, Zainuri juga memperkenalkan program pemberdayaan berbasis riset, di antaranya:
Technopreneur Assistant (TPA):Program bagi lulusan muda (*fresh graduate*) untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja berbasis teknologi.
Pendampingan Usaha Mikro berbasis Iptek (PUMI): Mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro melalui pemanfaatan hasil riset agar produk mereka lebih berkualitas.
Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR):Mendukung komersialisasi hasil riset masyarakat untuk menumbuhkan startup yang mandiri dan berkelanjutan.
Acara yang berlangsung interaktif ini diharapkan dapat menumbuhkan ekosistem inovasi di Sragen, di mana teknologi digital dan kecerdasan buatan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. ( bre )
