FOKUSJATENG.COM-SRAGEN–Pengurus dan anggota Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah, mewarnai khasanah Ramadan 2026 dengan berbagi takjil. Kegiatan sosial di bulan suci ini berlangsung di simpang empat Gabugan, Tanon, Minggu sore 8 Maret 2026. Takjil yang dibagikan ke pengguna jalan ini mencapai 1.000 paket.
Pengamatan di lokasi, terlihat ratusan pengurus dan anggota Fatayat dan Muslimat NU Tanon kompak turun gunung memadati bahu jalan. Bukan untuk demonstrasi, melainkan untuk menggelar aksi simpatik memperingati Nuzulul Qur’an dengan membagikan 1.000 paket takjil gratis.

Seribuan paket takjil yang dibagikan Fatayat NU Tanon, Sragen di simpang empat Gabugan.
Arus lalu lintas yang biasanya padat, mendadak para pengguna jalan penuh senyum. Meski sempat memicu antrean kendaraan, kehadiran para ibu-ibu berseragam hijau khas NU ini justru memberikan warna tersendiri di tengah penantian waktu berbuka.
Ketua PAC Fatayat NU Tanon, Trihastutik, mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan ikhtiar tahunan untuk mempererat solidaritas internal sekaligus menyentuh langsung aspek sosial di masyarakat. “Ini mungkin terlihat kecil, hanya paket takjil. Namun, bagi kami ini adalah cara menumbuhkan semangat juang dan rasa kebersamaan antarpengurus,” terangnya kepada wartawan.
Aksi ini tak sekadar bagi-bagi makanan, namun ada pesan besar yang ingin mereka disampaikan. Yakni eksistensi perempuan dalam ranah sosial.
Hal ini ditegaskan oleh Hayatullayly, tokoh perempuan sekaligus Bendahara PC Fatayat NU Kabupaten Sragen. Menurutnya, momentum Nuzulul Quran menjadi titik balik bagi kader perempuan NU untuk menunjukkan peran strategis mereka.
“Kami ingin menunjukkan bahwa peran Perempuan NU tidak bisa dipandang sebelah mata. Melalui kegiatan rutin di sejumlah titik wilayah Tanon ini, kami hadir untuk masyarakat,” tegas dia.
Setelah “berjibaku” dengan debu jalanan dan senyum para pengendara, rombongan yang terdiri dari sekitar 100 pengurus PAC Fatayat dan Muslimat tersebut tidak langsung pulang. Mereka bergeser menuju Gedung NU Tanon untuk melanjutkan rangkaian acara.
Di sana, suasana berganti khidmat dengan gelaran pengajian. Doa-doa dipanjatkan sebagai bentuk syukur atas suksesnya aksi sosial sekaligus memperingati turunnya Al-Quran. Sembari menunggu buka puasa. “Semangatnya jelas, Hablu Minannas, hubungan sesama manusia di jalanan, dan Hablu Minallah hubungan dengan Tuhan di bulan Ramadan ini,” ujarnya. (Hy)
