FOKUSJATENG-BOYOLALI-Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menggelar Konferensi II, Sabtu 7 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di di Aula MTs Nurul Huda Desa Kembang, Gladagsari, ini mengambil tema ”Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”.
Rois Syuriyah terpilih Kiyai Sofyan dan ketua tanfidziyah terpilih Rosidin. Keduanya terpilih setelah melalui serangkaian mekanisme pemilihan dari peserta konferensi. Sebelum memilih rois suriyah dan ketua tanfidziyah, peserta membahas bidang organisasi, program kerja, dan rekomendasi.

Rois Syuriyah Kiyai Sofyan dan Ketua Tanfidziyah Rosidin MWC NU Gladagsari foto bersama dengan peserta konferensi II.
Hadir pada konferensi tersebut yakni Kepala Desa Gladagsari, Muspika Gladagsari, tokoh masyarakat, dan anggota DPRD Kabupaten Boyolali. Pada kesempatan tersebut juga dihadiri anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Dwi Adi Nugroho.
”Konferensi tahun 2026 ini adalah konferensi kedua setelah ada pemekaran dari Kecamatan Ampel pada tahun 20219. Kepengurusan MWC Gladagsari terbentuk Januari tahun 2020. Kami menjalankan roda MWC Gladagsari berakhir pada 10 Februari 2026,” terang Abdul Matin, S.Ag, mewakili panitia pelaksana konferensi dan sekaligus ketua Tanfidziyah demisioner setelah penyampaian sambutan.
Abdul Matin menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta dan para tamu undangan karena menambah semangat mengawal perjalanan MWC Gladagsari di semua tingkatan, baik badan otonom, lembaga, maupun pengurus hingga tingkat ranting. ”Kami mohon maaf atas segala kekurangan dalam menyambut peserta maupun tamu undangan,” tuturnya.
Selanjutnya, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada PCNU Kabupaten Boyolali yang telah mengawal jalannya konferensi dengan baik dan lancar. ”Semoga dengan konferensi ini bisa menghasilkan kepengurusan baru, bisa sinergi dengan semua pihak. Pengurus baru bisa menjalankan roda organisasi sebaik-baiknya,” harap dia.
Sementara itu, Sekretaris PCNU Kabupaten Boyolali Imron Hartomo, S.Ag mewakili ketua tanfidziyah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konferensi kedua MWC Gladagsari. Kepengurusan masa khidmat 2021-2026 patut diapresiasi lantaran merintis jalannya roda organisasi pasca pemekaran kecamatan. ”Upaya pengurus lama sangat luar biasa, semoga menjadi amal kebaikan mendapat barokah atas pengabdiannya,” ucapnya.
Konferensi, lanjut Imron, tidak hanya sekedar memilih pucuk pimpinan di tingkat kecamatan, namun juga menjadi pijakan pengurus baru lima tahun ke depan dalam menjalankan roda organisasi. Untuk itu, bagi pucuk pimpinan dan tim formatur yang sudah terbentuk, diharapkan mendapatkan pengurus yang lebih baik dari masa khidmat sebelumnya.
Bagi pengurus yang dikukuhkan nanti diharapkan tidak tidur. Artinya langsung kerja berkhidmat untuk jamaah. Fokus pada kegiatan, pengembangan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, dan layanan masyarakat. ”Disusun program kerja sebagai acuan lima tahun ke depan. Jangan sampai merubah program jika program yang disusun belum dijalankan,” tandasnya. (*)
