FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Ada yang berbeda di Pendopo Desa Wonokeling, Jatiyoso, Senin (9/2/2026). Jika biasanya Bupati Karanganyar, Rober Christanto, dan Wakil Bupati, Adhe Eliana, duduk manis di kursi pimpinan untuk menjawab pertanyaan, kali ini situasinya berbalik 180 derajat.
Keduanya mendadak “alih profesi”. Mengenakan gaya khas wartawan lapangan yang santai namun sigap, Rober dan Adhe tampak antusias memegang mikrofon. Bak jurnalis senior, mereka mencecar narasumber dengan rentetan pertanyaan dalam aksi tukar peran yang mengundang gelak tawa sekaligus decak kagum.
Aksi unik ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut merupakan bentuk apresiasi dan cara unik Pemerintah Kabupaten Karanganyar merayakan sinergi dengan insan pers dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Sensasi “Kebebasan” di Balik Mikrofon
Usai menjajal pengalaman menjadi pemburu berita, Bupati Rober Christanto tak bisa menyembunyikan kesannya. Sambil berkelakar, ia mengaku menemukan sensasi baru yang cukup menantang.
“Wah, saya sangat merasakan ternyata jadi wartawan itu bebas, mau menanyakan apa pun,” ujar Rober dengan wajah semringah.
Namun, di balik candaan itu, Rober menyelipkan pesan mendalam. Baginya, meski pers memiliki kebebasan, tanggung jawab dan etika tetap menjadi fondasi utama. Ia menekankan pentingnya peran media dalam menjaga kondusivitas wilayah, terutama untuk membangun Karanganyar yang lebih solid ke depannya.
Sinergi Menuju Operasi Ketupat 2026
Senada dengan Bupati, Kapolres Karanganyar AKBP Amran Shati yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi kepada para jurnalis. Baginya, media adalah mitra strategis kepolisian dalam mengedukasi masyarakat.
“Mari kita sama-sama menciptakan Karanganyar yang kondusif. Apalagi dalam waktu dekat, kita akan menghadapi Operasi Ketupat 2026,” ungkap Kapolres.
Kapolres juga membeberkan bahwa pihaknya sudah mulai bergerak di lapangan, mulai dari survei fasilitas jalan hingga penambahan rambu lalu lintas demi menjamin kenyamanan pemudik pada arus mudik Lebaran mendatang.
Lebih dari Sekadar Perayaan: Kepedulian untuk Jatiyoso
Peringatan HPN 2026 di Bumi Intanpari kali ini tak hanya berhenti pada kemeriahan simbolis. Ada aksi nyata yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Sebanyak 21 korban bencana angin puting beliung di wilayah Jatiyoso mendapatkan bantuan sosial. Menariknya, Bupati dan Wakil Bupati justru meminta para awak media untuk menyerahkan bantuan tersebut secara langsung mewakili pemerintah.
Momen ini menjadi simbol kuat bahwa sinergi antara pemerintah dan media di Karanganyar tidak hanya soal pemberitaan, tetapi juga tentang kolaborasi nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan perlindungan masyarakat.
Di lereng Gunung Lawu siang itu, HPN bukan sekadar seremoni, melainkan bukti bahwa pena wartawan dan kebijakan pemerintah bisa berjalan seiring demi kemanusiaan. ( re/bre )
