Pastikan Keamanan Program Makan Bergizi Gratis, Dinkes Karanganyar Inspeksi Ketat Dapur SPPG Kemala Bhayangkari

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) secara mendalam di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari. Langkah proaktif ini diambil untuk menjamin keamanan dan kualitas pangan dalam program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan melayani ribuan siswa di Karanganyar.

Inspeksi yang dilaksanakan pada Jumat (3/10/2025) ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Karanganyar, Nuk Suwarni. Tim berfokus pada seluruh aspek kebersihan dan higienitas, mulai dari proses pengolahan hingga penyajian makanan.

“Kami ingin memastikan setiap rantai proses, dari pengolahan hingga sampai ke tangan siswa, benar-benar aman dan memenuhi standar kesehatan,” ujar Nuk Suwarni di lokasi.

Pemeriksaan komprehensif oleh tim Dinkes mencakup kondisi kebersihan area pengolahan dan penyimpanan makanan, kualitas sumber air bersih, efektivitas saluran sanitasi, hingga sistem pengelolaan limbah.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan visual, petugas juga mengambil berbagai sampel krusial untuk diuji di laboratorium. Sampel tersebut meliputi makanan yang dimasak, air yang digunakan, serta usap (swab) pada peralatan masak dan nampan yang akan digunakan sebagai wadah.

“Semua sampel ini dikirim ke laboratorium untuk memastikan sterilisasi alat dan wadah, serta kandungan bahan makanan. Hasilnya diperkirakan akan keluar dalam waktu kurang lebih tujuh hari,” jelas Nuk.

Berdasarkan hasil IKL di lapangan, Dinkes menyatakan SPPG Kemala Bhayangkari secara umum telah memenuhi syarat untuk menyediakan layanan MBG. Namun, Dinkes memberikan satu catatan kecil untuk penyempurnaan, yaitu penambahan imbauan tertulis untuk menjaga kebersihan di area cuci tangan.

Nuk Suwarni menambahkan bahwa persiapan lain juga telah rampung. “Perizinan MBG sudah keluar. Seluruh tenaga, mulai dari pengolah hingga petugas packing, telah mendapat penyuluhan keamanan pangan dan menjalani rectal swab untuk memastikan mereka bebas dari bakteri atau virus penyakit,” tegasnya.

Jika seluruh hasil uji laboratorium dinyatakan memenuhi syarat, Dinkes akan segera merekomendasikan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk SPPG Kemala Bhayangkari.

Uji Coba Layanan untuk Ribuan Penerima Manfaat

Saat inspeksi berlangsung, SPPG Kemala Bhayangkari tengah menyelesaikan masa uji coba pelayanan MBG selama tiga hari, dari 1 hingga 3 Oktober 2025.

PIC Yayasan Kemala Bhayangkari Karanganyar, Yohanes Trisnanto, merinci bahwa distribusi selama masa uji coba dilakukan secara bertahap, mulai dari 500 porsi di hari pertama, 750 porsi di hari kedua, dan mencapai 1.000 porsi pada hari ketiga.

“Rencana ke depan, SPPG Kemala Bhayangkari akan melayani total 4.000 penerima manfaat dari 16 sekolah di sekitar wilayah kami, mencakup siswa PAUD hingga SMA,” ungkap Yohanes.

Untuk menjaga kontrol kualitas, pihaknya akan didukung oleh 50 tenaga pengawas. “Setiap titik serah makanan di sekolah akan disertai satu sampel makanan untuk pengelola sekolah sebagai bagian dari mekanisme kontrol kami,” pungkasnya. ( bre )