FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar menegaskan kembali komitmen untuk menjaga kerukunan sebagai landasan utama dalam menciptakan wilayah yang aman, tenteram, dan kondusif. Sinergi ini ditekankan dalam sebuah seruan bersama yang menggarisbawahi bahwa harmoni adalah pilihan sadar yang harus diperjuangkan oleh seluruh elemen masyarakat.
Ketua FKUB Karanganyar, KH. Husaini Hasan, dalam sambutannya menyatakan bahwa meskipun perbedaan merupakan takdir yang tidak bisa dihindari, kerukunan adalah sebuah pilihan yang secara sadar diambil oleh masyarakat. Menurutnya, warga Karanganyar telah membuktikan pilihannya untuk hidup rukun, yang tercermin dari situasi daerah yang tetap aman di tengah berbagai isu yang terjadi di tempat lain.
“Alhamdulillah Karanganyar benar-benar aman dan tenteram, ini merupakan sesuatu yang perlu kita jaga. Jadikanlah agama sebagai sumber kerukunan, karena seluruh agama mengajarkan untuk rukun,” ujar KH. Husaini Hasan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kesempurnaan iman seseorang tercermin dari kemampuannya untuk mencintai sesama seperti mencintai diri sendiri. Dengan menumbuhkan rasa cinta, baik kepada negeri maupun sesama manusia, kerukunan akan terwujud secara alami. “Harapannya, Karanganyar betul-betul rukun dan menjadi *pilot project* untuk seluruh kabupaten yang lain,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mengapresiasi peran aktif FKUB dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah. Ia mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui slogan “Jogo Karanganyar, Jogo Solo Raya, dan Jogo Indonesia”.
“Embrio kerukunan ini harus kita rawat bersama,” kata Rober.
Bupati Rober juga mengucapkan terima kasih atas sinergi yang telah terjalin baik antara pemerintah, FKUB, dan forum-forum lainnya melalui berbagai kegiatan bersama, seperti doa dan diskusi santai. Menurutnya, kegiatan dialogis semacam ini sangat efektif untuk mencegah potensi gesekan sosial dan memastikan seluruh aktivitas keagamaan, budaya, hingga ekonomi dapat berjalan lancar dan aman. Peran FKUB dinilai sangat vital dalam mempromosikan dialog dan kebersamaan di tengah masyarakat. ( bre/ he)
