Lawan Persis, Persika Karanganyar Bertahan

FOKUSJATENG – SOLO – Pertandingan tandang kembali digeber squad Persika Karanganyar guna mengasah ketajaman permainnan tim. Tidak tanggung-tanggung, Laskar Singo Lawu ini rela meluruk Persis Solo yang secara materi pemain dan pengalaman jauh lebih kampuin.

Stadion Mini Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) menjadi saksi tersendiri bagaiamna anak-anak asuh pelatih Aris Budi Sulistyo ini harus berjuang melawan tim yang bisa dikatakan lebih senior tersebut.

Hal ini terlihat dari babak pertama, Persika Karanganyar harus mampu bertahan dengan berbagai serangan yang dijebleskan tim berjuluk Laskar Samber Nyawa tersebut. Hingga 45 menit pertama, Kiper Persika Karanganyar M.Diaz harus memungut dua kali bola dari gawangnya. Goal pertama Persis Solo terjadi di menit 13 yang dilesatkan Tri Handoko dan di menit 26 oleh M. Isa.

Keunggulan Persis Solo dari tim tamu masih berlanjut hingga babak ke dua. Lagi-lagi, Persis Solo memaksa Persika Karanganyar untuk kembali bangkit setelah kebobolan kembali di menit 50. Tembakan datar keras Rishadi Fauzi tidak mampu diantisipasi M.Diaz sehingga bola mengenai tiang jauh, dan masuk ke tiang gawang.

Setelah tertinggal 3 : , Persika Karanganyar mencoba all out menyerang pertahanan Persis Solo. Hasilnya, dua tendangan keras anak-anak pelatih Aris mampu menyasar ketiang gawang yang dijaga Wildan Mauludin. Namun sayang, bola hanya mengenai mistar gawang. Goal semata wayang Persika Karanganyar tercipta di injuri time, yakni menit 88 saat tendangan bebas yang dilakukan Bowo. Skor 3 : 1 kemenangan Persis Solo atas Persika Karanganyar hingga akhir pertandingan.

Pelatih Persika, Aris Budi Sulistyo mengakui sangat puas dengan jalannya uji coba. Meski kalah 3:1, mantan pemain Arseto ini menilai banyak hal yang didapatkan tim Persika Karanganyar. Salah satunya adalah bagaimana membentuk mental pemain agar siap menghadapi segala kemungkinan tim lawan.
“Jujur saja, uji coba kali ini sangat puas. Bagaimana Persika bisa belajar melawan tim yang levelnya juah di atasnya. Namun yang terpenting adalah bagaimana bisa mengasah mental pemainnya. Kita lihat babak pertama Persika seperti kaku atau bingung harus menghadapi tim seniornya, tapi babak kedua sudah mulai menemuka skema permainan. Ini yang penting,” ulas Aris.