PEMILU 2019: Bawaslu Boyolali Gandeng PCNU Boyolali Gelar Dialog Kebangsaan tentang Pengawasan Partisipatif

Anggota Bawaslu Boyolali Rubiyanto menyampaikan materi pengawasan partisipatif dalam acara Dialog Kebangsaan di aula PCNU Boyolali, Jumat 8 Maret 2019. (Istimewa/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif pelaksanaan Pemilu 2019, Jumat 8 Maret 2019. Kegiatan yang digelar di aula NU Center Boyolali ini menggandeng pengurus PC NU Kabupaten Boyolali.

Peserta kegiatan bertemakan “Dialog Kebangsaan” ini dari unsur pengurus cabang dan Banom NU. Ketua Bawaslu Boyolali Taryono mengatakan, hal yang mendasar peralihan kekuasan di negara adalah pemilu.

“Pemilu merupakan yang hal wajar untuk peralihan kekuasan setiap lima tahun. Dan bisa dipilih kembali hanya dua periode. Tahun 2019 melakukan pemilu dengan harapan berjalan dengan lancar dan demokrasi melahirkan pemimpin yang amanah,” jelasnya, dalam sambutan.

Dengan demikian, penyelenggara pemilu menciptakan pemilu yang berintegritas. “Tidak hanya mengharapkan penyelenggara, tapi bagaimana peran dari rakyat menjadi pendorong suksesnya pemilu,” ujar dia.

Pemilu kali ini, lanjut dia, Bawaslu mengajak elemen-elemen bekerja sama menjadi pengawas partisipastif. Masyarakat, khususnya warga NU bisa membantu Bawaslu menjadi pengawas, pelapor, menginformasikan kegiatan pemilu agar tidak terjadi pelanggaran. “Sehingga pemilu berjalan lancar dan bermartabat serta berintegritas,” katanya.

Selain PC NU Boyolali, elemen yang dilibatkan dalam sosialisasi pemilu berintegritas juga menggandeng organisasi lainnya. Misalnya unsur LSM, organisasi masyarakat, gereja, dan lain sebagainya. “Kami mengajak peran masyarakat menggairahkan dalam pemilu,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Boyolali Rubiyanto yang menjadi pembicara dalam kegiatan ini menandaskan pentingnya sinergitas Bawaslu dengan masyarakat. “Karena Bawaslu lembaga yang bertugas mengawasi pemilu, ada dua tugasnya yakni pencegahan dan penindakan,” paparnya.

Salah satu tugas pencegahan yakni mengawal proses-prosesnya itu berjalan sesuai dengan regulasi. Tidak ada peraturan yang dilanggar. “Setiap ada kegiatan kampanye dengan surat pemberitahuan, bawaslu datang ke lokasi,” jelas dia.

Dikatakan, anggota Bawaslu Boyolali terbatas jumlahnya. Maka karena anggotanya terbatas, mengajak masyarakat setidaknya melakukan pencegahan. “Misalnya bentuk pelanggaran pemilu adalah terkait politik uang (money politic). Pencegahan dari diri sendiri, keluarga, masyarakat sekitar,” paparnya.

Bawaslu menggandeng masyarakat saling mengingatkan karena pemilu harus bersih, bermartabat. Menggandeng media massa, elemen masyarakat dan lainnya untuk melakukan pengawasan partisipatif.