WASPADA GUNUNG MERAPI: Guguran Lava Puncak Merapi Tidak Pengaruhi Aktivitas Warga

Warga lereng Merapi beraktivitas seperti biasa pasca terjadinya guguran lava di puncak Merapi. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Puncak Gunung Merapi terjadi guguran pada Jumat malam pekan lalu. Pascaguguran hingga kini belum terpantau lagi adanya aktivitas guguran tersebut. Hal ini mengingat puncak tertutup kabut sejak Senin pagi 26 November 2018.

Hari beranjak siang, kawasan Desa Jrakah dan Tlogolele diguyur hujan intensitas sedang. Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Tri Mujiyanto, menjelaskan, belum terpantau adanya aktivitas guguran di puncak Merapi.

“Guguran (lava pijar) pada Jumat malam lalu, masih di dalam kawah, sehingga belum mengarah ke bagian hulu alur sungai di Tenggara. Saat ini aktivitas Merapi tetap dalam level 2 waspada. Data kegempaan belum ada peningkatan,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang bermukim di dekat kawasan puncak Merapi untuk tetap waspada dan selalu mengikuti arahan-arahan dari pemerintah daerah setempat.

Sementara itu, warga di lereng Gunung Merapi Boyolali masih beraktivitas normal seperti biasanya. Telah terjadinya guguran lava di puncak Gunung Merapi, belum mempengaruhi aktivitas warga di Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali.

Dukuh Stabelan merupakan dukuh paling atas dan masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III erupsi Gunung Merapi di Boyolali. Dukuh ini hanya berjarak sekitar 3,5 km dari puncak Merapi. “Warga disini masih kegiatan biasa,” kata Suginu, warga Dukuh Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali.

Dia juga tidak mendengar adanya suara gemuruh maupun melihat cahaya api dari puncak Gunung Merapi. Menurut dia, jika Gunung Merapi meletus akan ada tanda-tanda. Warga dilereng Gunung Merapi ini memiliki kepercayaan, jika Merapi meletus akan ada tanda-tanda seperti kilat.

Kepala Desa Tlogolele, Widodo, juga mengatakan warganya saat ini masih tenang-tenang saja. Mereka tetap beraktivitas normal. “Masih seperti biasa mas,” katanya.