Bawaslu Boyolali Cermati dan Dalami Aksi Damai Protes Statmen Capres Prabowo

Massa memadati Simpang Siaga Boyolali dalam aksi damai Minggu 4 November 2018. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Aksi damai masyarakat Boyolali di pusat Kota Boyolali, Minggu 4 November 2018 tak luput dari perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali. Aksi masa sebagai buntut atas pernyataan calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subiyanto itu dinilai tak ada agenda politik.

Menurut Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan hubungan antar lembaga Bawaslu Boyolali Rubiyanto, aksi masa tersebut memang tak ada hubungannya dengan politik. Namun aksinya itu dilakukan dalam masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu).

“Sesuai dengan Surat pemberitahuannya Unras (Unjuk Rasa). Karena kegiatannya tidak berkaitan dengan kampanye kita tidak bisa mengarah ke temuan pelanggaran pemilu atau tidak,” katanya Senin 5 November 2018.

Bawaslu pun perlu melihat konten aksi tersebut secara cermat dan mendalam. Hal itu untuk mencegah adanya kesalahan dalam pengambilan kesimpulan oleh Bawaslu Boyolali. “Kami belum bisa mengatakan ada pelanggaran ataupun ada temuan (dalam acara unjuk rasa tersebut),” tegas dia.

Selain kajian secara menyeluruh terhadap konten dan pengamatan dilapangan, Bawaslu juga perlu melakukan investigasi untuk mengumpulkan data tambahan.

Investigasi itu untuk mencermati tulisan-tulisan yang ada selama unjuk rasa. Isi orasi selama kegiatan tersebut berlangsung juga penting untuk dicermati lagi. Bawaslu harus jeli dan teliti lagi mencermati aksi tersebut. karena memang aksi unjuk rasa ini diluar kampanye.

“Kalau kegiatan kampanye jelas menggunakan undang-undang pemilu. Jelas dan gampang menganalisanya,” papar Rubi.

Sedangkan mengenai peresmian Posko Badan Pemenangan Koalisi Adil Makmur oleh Capres 02, Prabowo Subianto, Bawaslu menyatakan tak ada temuan pelanggaran. Pelaksanaan kampanye yang dilakukan sebagaimana mestinya yang sudah diatur dalam UU Pemilu.

“Sudah, kami sudah melakukan kajian. Tapi tidak ada pelanggaran pemilu,” ujarnya.

Untuk diketahui, peresmian Posko Badan Pemenangan Koalisi Adil Makmur, diresmikan Calon Presiden Prabowo Subianto, (30/10) lalu berbuntut panjang. Ada penggalan Isi Pidato Capres 02 yang memantik reaksi warga Boyolali.

Sebelum unjuk rasa, Minggu (4/11) yang dihadiri puluhan ribu warga, tagar #SaveMukaBoyolali juga sempat merajai jagad dunia Maya. Tagar itu sempat berlenggang diposisi paling atas media Sosial (Medsos) twitter Indonesia pada Jumat (2/11).