Oleh : Caesar Isya Yulio
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jareng- SRAGEN -Caesar Isya Yulio prodi Ilmu Hukum, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, melaksanakan program kerja bertajuk “Sosialisasi Cegah Kekerasan Sejak Dini di Sekolah Dasar” di SD Negeri 1 Jati dan SD Negeri 3 Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, pada Selasa, 21 Juli dan Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN-PPM dalam memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Kekerasan terhadap anak dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik secara fisik, verbal, maupun melalui tindakan perundungan (bullying). Oleh karena itu, pemahaman mengenai pencegahan kekerasan perlu diberikan sejak dini agar siswa mampu mengenali perilaku yang tidak baik, berani mengatakan “tidak” terhadap tindakan kekerasan, serta mengetahui kepada siapa harus meminta pertolongan ketika mengalami atau melihat kekerasan.
Tujuan utama program ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian dan bentuk-bentuk kekerasan, menumbuhkan keberanian untuk menolak tindakan kekerasan, serta mengajarkan pentingnya saling menghormati dan menghargai sesama. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap teman dan menciptakan budaya sekolah yang ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Program sosialisasi ini dirancang secara terstruktur dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa kelas 4 SD. Materi disampaikan melalui bahasa sederhana, contoh kejadian sehari-hari, diskusi, serta kegiatan edukatif yang mendorong siswa untuk berani menyampaikan pendapat. Siswa diberikan pemahaman bahwa memukul, menendang, mengejek, menghina, mengancam, mengucilkan, maupun melakukan perundungan kepada teman merupakan perilaku yang tidak dibenarkan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik juga mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya berkata baik, menghargai perbedaan, tidak mengejek teman, membantu teman yang mengalami kesulitan, berani melapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya, serta tidak ikut melakukan perundungan. Siswa juga diajak memahami bahwa setiap anak memiliki hak untuk merasa aman dan mendapatkan perlakuan yang baik di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat menjadi lebih peka terhadap tindakan kekerasan dan mampu membedakan perilaku bercanda dengan perilaku yang dapat menyakiti orang lain. Siswa juga diharapkan memiliki keberanian untuk berbicara dan meminta bantuan apabila mengalami, melihat, atau mengetahui adanya tindakan kekerasan di lingkungan sekolah maupun di sekitarnya.
Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun karakter siswa yang peduli, berani, bertanggung jawab, dan menghargai sesama. Mencegah kekerasan bukan hanya tugas satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara siswa, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-PPM UNISRI berharap seluruh warga sekolah dapat bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan. Pencegahan kekerasan sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi yang saling menghargai, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta berani mengambil sikap terhadap segala bentuk kekerasan.
“Sekolah Aman, Teman Nyaman, Bersama Cegah Kekerasan Sejak Dini.” (Ist/**)
