SPIL Senopati Mataram Digelar, PBB Bidik Penguatan Ideologi dan Kualitas Kader

Ketua DPP PBB Bidang Infrastruktur, Awod (Istimewa/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng -SOLO — PBB menggelar SPIL Senopati Mataram sebagai langkah memperkuat kaderisasi dengan membangun pemahaman sejarah, asas, ideologi, dan arah perjuangan partai sejak dini.

Partai Bulan Bintang (PBB) menempatkan Sekolah Politik Islam Lantang (SPIL) Senopati Mataram sebagai instrumen kaderisasi dan pendidikan politik jangka panjang. Kuliah perdana dijadwalkan berlangsung Minggu 23 Agustus 2026 di Gedung Fakultas Teknik UST, lantai 3, Ruang 301–302, Jalan Miliran No. 16, Yogyakarta.

Ketua DPP PBB Bidang Infrastruktur, Awod, mengatakan SPIL tidak sekadar menjadi forum pembelajaran politik, tetapi diarahkan untuk membangun kembali fondasi pemahaman kader mengenai identitas, nilai, dan tujuan perjuangan PBB.

“Kita tidak sedang sekadar mengadakan sebuah acara, tetapi sedang membangun kembali fondasi pemahaman kader tentang siapa kita, apa yang kita perjuangkan, dan untuk apa PBB hadir dalam politik Indonesia,” kata Awod dalam keterangannya di Solo, Rabu 19 Agustus 2026.

Menurut dia, penguatan kader diperlukan agar PBB memiliki sumber daya politik yang memahami sejarah dan ideologi partai, sekaligus mampu menerjemahkan asas dalam praktik politik dan kehidupan bermasyarakat.

Kuliah perdana SPIL akan menghadirkan Dr. KH. Masrur Anhar, salah satu pendiri PBB. Materinya berfokus pada sejarah kelahiran PBB, para pendiri, serta latar belakang dan proses terbentuknya partai.

Pemahaman sejarah tersebut diharapkan memperkuat kesadaran kader terhadap identitas PBB sebagai partai politik Islam yang berakar pada keindonesiaan dan memiliki sejarah keterlibatan ulama serta tokoh-tokoh Islam.

Selain sejarah, peserta akan mendapatkan materi Tafsir Asas PBB yang disampaikan Prof. KH. Arief Imroni, Penasehat DAINA, badan otonom PBB.

Materi tersebut diarahkan untuk menjadikan asas partai bukan sekadar dokumen organisasi, melainkan pijakan kader dalam menentukan sikap, berorganisasi, menjalankan aktivitas politik, dan mengabdi kepada masyarakat.

Awod menilai penguatan fondasi ideologi menjadi penting di tengah dinamika politik nasional yang dinilai semakin pragmatis. Kader, kata dia, harus memiliki arah politik yang jelas dan tidak mudah kehilangan identitas partai.

“Kader harus mampu menjadikan sejarah sebagai kesadaran dan asas sebagai pijakan dalam berpolitik. Kalau fondasi kader kuat, maka perjuangan politik juga akan memiliki arah yang jelas,” tegasnya.

SPIL Senopati Mataram diprioritaskan bagi pengurus DPW PBB DIY, seluruh DPC PBB se-DIY, serta kader PBB dari DIY dan Jawa Tengah. Sebanyak 80 peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB.

PBB juga membuka ruang bagi kader lama untuk kembali memperkuat kapasitas dan keterlibatan dalam perjuangan partai. Pengalaman kader lama diharapkan menjadi bagian dari mata rantai kaderisasi generasi berikutnya.

Kegiatan perdana tersebut gratis dan peserta memperoleh sertifikat. PBB menyiapkan gelombang lanjutan agar pendidikan politik melalui SPIL dapat menjangkau lebih banyak kader di berbagai wilayah.

Awod menegaskan kaderisasi harus menjadi investasi politik jangka panjang, bukan program yang baru dijalankan menjelang pemilu.

“Mereka harus memiliki ilmu, memahami ideologi dan asas partai, menguasai sejarah perjuangan, serta siap bekerja di tengah masyarakat. Inilah investasi politik yang sesungguhnya,” pungkasnya.(ist/***)