Oleh: Ariska Tri Utami
Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Unisri Surakarta
Fokus Jateng -SRAGEN -Belajar mengenai lingkungan tidak selalu harus dilakukan melalui buku dan penjelasan di dalam kelas. Ariska Tri Utami, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta pada 22 Juli 2026, mengajak siswa SD Negeri 1 Karungan , Desa Karungan, mengenal Sustainable Development Goals (SDGs) melalui permainan tradisional engklek dalam program Engklek SDGs.
Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan 17 tujuan bersama yang disepakati negara-negara di dunia untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik sekaligus menjaga keberlanjutan bumi. Tujuan tersebut mencakup berbagai persoalan, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemiskinan, kesetaraan, hingga perlindungan lingkungan.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memfokuskan materi pada kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diajak memahami alasan pentingnya menjaga lingkungan, dampak yang dapat terjadi apabila lingkungan rusak, serta tindakan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat air dan listrik, merawat tanaman, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan Engklek SDGs. Permainan tradisional engklek dimodifikasi dengan memasukkan pertanyaan-pertanyaan bertema SDGs dan lingkungan. Siswa bermain secara bergantian dan menjawab pertanyaan yang diberikan selama permainan berlangsung.
Suasana kegiatan berlangsung dengan antusias dan menyenangkan. Siswa terlihat aktif mengikuti permainan, menjawab pertanyaan, serta berdiskusi dengan teman ketika menghadapi pertanyaan yang diberikan selama permainan. Suasana tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan tidak monoton.
Pertanyaan yang diberikan dalam permainan juga menjadi bagian dari evaluasi sederhana terhadap materi yang telah disampaikan sebelumnya. Dari jawaban yang diberikan selama permainan, terlihat bahwa siswa dapat memahami beberapa materi mengenai SDGs dan menjaga lingkungan. Mereka mampu memberikan jawaban mengenai tindakan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Penggunaan engklek sebagai media edukasi menjadi salah satu keunikan dalam kegiatan tersebut. Permainan tradisional yang dekat dengan kehidupan anak-anak dikombinasikan dengan materi mengenai isu global, sehingga siswa dapat mengenal SDGs melalui aktivitas yang menyenangkan. Selain memberikan edukasi lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.
Melalui program Engklek SDGs, mahasiswa KKN berupaya menunjukkan bahwa pengenalan isu global seperti SDGs dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan sesuai dengan dunia anak. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui permainan, interaksi, dan kerja sama.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab orang dewasa. Tindakan sederhana yang dilakukan sejak dini, seperti membuang sampah pada tempatnya, menghemat air, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan lingkungan, merupakan bagian dari upaya untuk menjaga bumi. (Ist/**)
