Oleh: Masna Alfiyatu Saadah
Mahasiswa Program Studi manajemen Unisri Surakarta
Fokus Jateng –SRAGEN – Pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha dalam membangun identitas dan memperkenalkan produknya kepada konsumen. Hal tersebut menjadi perhatian Masna Alfiyatu Saadah, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, melalui program kerja individu KKN yang berfokus pada penguatan branding dan pemasaran digital UMKM di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.
Program tersebut memanfaatkan potensi Pasar Bahulak sebagai ruang untuk memperkenalkan berbagai produk lokal masyarakat. Melalui rangkaian kegiatan yang saling berkaitan, mahasiswa membantu memperkuat identitas produk Intip Kendil (INDIL), memperkenalkan kuliner Pasar Bahulak melalui katalog, serta meningkatkan kemudahan akses informasi mengenai pasar melalui Google Maps.
*Memperkuat Identitas Produk melalui Logo*
Salah satu langkah awal dalam program kerja tersebut adalah membantu UMKM Intip Kendil atau INDIL dalam pembuatan logo sebagai identitas produk. Logo tidak hanya berfungsi sebagai tanda pengenal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun citra produk agar lebih mudah dikenali oleh konsumen.
INDIL merupakan produk olahan intip atau kerak nasi yang dibuat melalui proses memasak menggunakan kendil. Proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional menjadi salah satu keunikan yang dapat diangkat sebagai nilai identitas produk. Melalui penguatan identitas tersebut, produk INDIL diharapkan memiliki tampilan yang lebih konsisten ketika diperkenalkan melalui kemasan maupun media promosi.
*Cerita INDIL Dihubungkan melalui QR Code*
Penguatan branding kemudian dikembangkan lebih jauh dengan menghadirkan informasi mengenai INDIL dalam bentuk digital. Mahasiawa berkolaborasi dengan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi untuk mengemas informasi produk yang nantinya dapat diakses melalui QR Code.
QR Code tersebut memuat informasi mengenai logo dan identitas INDIL, sejarah produk, keunikan, varian produk, hingga lokasi pembelian. Dengan demikian, konsumen tidak hanya melihat produk secara visual, tetapi juga dapat mengenal cerita dan nilai yang ada di balik produk tradisional tersebut.
“Katalog Kuliner untuk Memperkenalkan Produk Pasar Bahulak”
Selain memperkuat branding INDIL, program kerja juga diwujudkan melalui pembuatan katalog kuliner Pasar Bahulak. Katalog tersebut menjadi media untuk memperkenalkan berbagai produk kuliner yang tersedia di Pasar Bahulak kepada masyarakat dan pengunjung.
Kehadiran katalog diharapkan membuat informasi mengenai produk kuliner lokal menjadi lebih tertata dan mudah diketahui. Produk yang sebelumnya dikenal terutama oleh pengunjung pasar secara langsung, kini memiliki media yang dapat digunakan untuk memperkenalkannya secara lebih luas.
Katalog tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemasaran dengan mengangkat keberagaman kuliner yang menjadi potensi Pasar Bahulak. Dengan informasi yang lebih jelas, masyarakat dapat mengetahui produk apa saja yang tersedia dan mengenal produk lokal yang berasal dari Desa Karungan.
*Membuka Peluang Lebih Luas bagi UMKM*
Secara keseluruhan, program kerja ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan brand awareness atau daya kenal masyarakat terhadap produk lokal Desa Karungan, sekaligus membangun ketertarikan dan kepercayaan konsumen melalui cerita di balik produk tradisional yang mereka konsumsi. Bagi pelaku UMKM, keberadaan identitas visual, media informasi digital, serta katalog promosi diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pengenalan produk tanpa menghilangkan karakter tradisional yang menjadi ciri khasnya, sehingga pada akhirnya turut mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian lokal Desa Karungan secara berkelanjutan. (yull/**)
