Stok Beras di Jawa Tengah Melimpah, Aman hingga 10 Bulan ke Depan

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Masyarakat Jawa Tengah tidak perlu risau akan ketersediaan pangan dalam waktu lama. Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini dalam kondisi sangat aman dan mencukupi kebutuhan hingga hampir setahun ke depan.

Berdasarkan data terbaru, stok beras yang dikuasai Bulog Jateng mencapai sekitar 370.000 ton. Jumlah ini diprediksi mampu memenuhi kebutuhan penyaluran di wilayah tersebut selama 9 hingga 10 bulan mendatang.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, saat melakukan peninjauan di Gudang Bulog Triyagan, Karanganyar, Kamis (30/4).

“Untuk cadangan beras pemerintah yang kami kuasai saat ini kurang lebih 370.000 ton. Jika dihitung berdasarkan rata-rata penyaluran, stok tersebut cukup untuk 9 sampai 10 bulan ke depan,” terang Sri Muniati di sela-sela kegiatannya.

Penyerapan Hasil Petani dan Stabilisasi Harga

Selain menjaga ketersediaan beras, Bulog Jateng terus aktif melakukan penyerapan gabah, beras, hingga jagung dari para petani lokal. Sri Muniati menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menyalurkan cadangan jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Terkait beras SPHP yang menjadi tumpuan masyarakat, ia menjamin aksesibilitasnya di pasar-pasar tradisional. “Untuk beras SPHP, stok selalu tersedia dan dapat diakses masyarakat di pasar-pasar dengan harga terjangkau serta kualitas yang tetap terjaga,” paparnya.

Untuk komoditas minyak goreng, Bulog juga mendapatkan mandat penyaluran sebesar 35 persen dari kebutuhan Domestic Market Obligation (DMO) untuk produk Minyakita, sesuai dengan regulasi Permendag Nomor 46.

DPR RI Pastikan Kondisi Riil di Lapangan

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sriyanto Saputro. Ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan bahwa data yang dilaporkan sesuai dengan kondisi di gudang.

“Setelah kami cek langsung, khusus wilayah Kantor Cabang Surakarta saja stoknya mencapai 79.000 ton. Kalau skala Jawa Tengah, sangat aman dan cukup untuk kebutuhan hingga sembilan bulan ke depan,” ungkap Sriyanto kepada awak media.

Sriyanto meminta masyarakat tetap tenang karena pemerintah telah melakukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pangan nasional. Ia juga mengapresiasi kebijakan harga gabah sebesar Rp6.500 yang dinilai mampu memacu semangat petani.

“Ini bukti pemerintah hadir untuk menyejahterakan petani,” tegasnya.

Mitigasi Cuaca Ekstrem

Selain mengecek stok, Sriyanto juga meninjau fasilitas Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilingan padi di Gudang Triyagan. Ia mencatat bahwa stok jagung di lokasi tersebut juga melimpah.

Ketersediaan stok yang masif ini dipandang sebagai langkah mitigasi penting dalam menghadapi potensi kemarau panjang atau fenomena El Nino yang bisa mengancam produksi pangan.

“Kita harus pastikan stabilitas pangan tetap terjaga meskipun ada potensi cuaca ekstrem,” pungkasnya. ( bre / srt )