fokusjateng.com SOLO-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta kembali mengoperasikan kereta api (KA) tambahan untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat dalam menyambut hari libur nasional, libur panjang akhir pekan. Pada periode 1-3 Mei 2026 merupakan May Day, Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus 14-17 Mei 2026 dan Cuti Bersama Idul-Adha 1447 H 27-31 Mei 2026. Libur panjang akhir pekan menjadi momentum yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk menjelajahi kota-kota dengan nyaman dan aman bersama keluarga dengan naik kereta api.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan bahwa untuk menyambut masyarakat dalam libur panjang akhir pekan dan Hari Raya Idul-Adha 1447 H yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api karena KAI Daop 6 sudah melakukan berbagai persiapan untuk mengakomodasi antusiasme pelanggan KA.
“KAI Daop 6 siap melayani mobilitas pelanggan dengan pengoperasian KA tambahan dengan kelas ekonomi hingga eksekutif,” ujar Feni.
Lebih lanjut, Feni mengatakan bahwa dengan hadirnya perjalanan KA tambahan ini maka semakin banyak alternatif pilihan waktu keberangkatan bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan KA.
Adapun KA Tambahan yang dilayani oleh Daop 6 Yogyakarta pada periode Long Weekend di bulan Mei 2026 antara lain:
*Solobalapan :*
1. KA Tambahan Solo Balapan-Bandung (7011C)
2. KA Tambahan Solo Balapan-Bandung (7013C)
3. KA Tambahan Solo Balapan-Gambir (7005)
*Lempuyangan :*
1. KA Tambahan Lempuyangan-Pasarsenen (7039)
2.
*Yogyakarta :*
1. KA Tambahan Yogyakarta-Gambir (7007C)
2. KA Tambahan Yogyakarta-Gambir (7009C)
3. KA Sancaka Yogyakarta-Surabaya Gubeng (88B)
Feni menambahkan, KAI Daop 6 juga mengimbau kepada masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan kereta api sejak jauh-jauh hari dan melakukan pemesanan tiket yang sudah dapat dilakukan mulai H-45 keberangkatan baik melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, ataupun channel lainnya yang bekerja sama dengan KAI mengingat kedepannya juga akan ada beberapa libur long weekend.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan dari rumah maupun penginapan menuju stasiun agar tidak terlalu mepet sehingga tidak ketinggalan kereta api dan tidak perlu terburu-buru yang dapat berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan,” pungkas Feni. (ANur/**)
