Komisi VIII DPR Dorong Katering Haji Sajikan Menu Nusantara

Beragam menu makanan siap saji yang diproduksi oleh PT Halaman Thayyiban (PT Hati) untuk katering jemaah haji di Arab Saudi. (Thia /Fokusjateng.com)

Fokusjateng.com-SURAKARTA-Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyoroti pentingnya penyediaan katering haji dengan cita rasa Nusantara guna meningkatkan kenyamanan jemaah selama beribadah di Tanah Suci. Hal ini mengemuka saat kunjungan kerja ke fasilitas penyedia katering jemaah haji milik PT Halalan Thoyyiban (PT Hati) di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2026).

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, Abdul Wachid, mengatakan kehadiran menu khas Indonesia menjadi faktor penting dalam mendukung kondisi fisik dan psikologis jemaah. Ia menyebut, sebelumnya banyak jemaah kesulitan menikmati makanan karena dominasi cita rasa India dan Pakistan.

Menurut Wachid, kondisi tersebut berdampak pada rendahnya konsumsi makanan oleh jemaah, bahkan tidak sedikit makanan yang terbuang. Namun kini, ia menilai situasi mulai membaik setelah keterlibatan pelaku usaha dalam negeri dalam penyediaan katering haji.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada rasa Indonesia yang benar-benar terasa. Ini sangat penting karena dulu banyak makanan tidak dimakan oleh jemaah,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Wachid dan jajaran Komisi VIII dan sejumlah stakeholder terkait layanan haji bertemu langsung dengan pemilik PT Hati, Puspo Wardoyo. Ia menilai kehadiran perusahaan tersebut menjadi salah satu solusi dalam menghadirkan menu cita rasa Nusantara yang sesuai dengan selera jemaah Indonesia di Arab Saudi.

Ia mengungkapkan berdasarkan hasil kunjungan ke Madinah hingga Arafah, menu bercita rasa Nusantara seperti semur, opor, rendang, gulai, tongseng hingga rica-rica sudah mulai dikonsumsi jemaah. Kehadiran menu tersebut dinilai mampu meningkatkan kenyamanan dan membuat jemaah lebih betah dan fokus dalam menjalankan ibadah.

“Rasa Indonesia ini seperti menjadi obat, sehingga jemaah bisa lebih betah dan tidak tergesa-gesa ingin pulang,” kata Wachid.

Owner PT Hati, Puspo Wardoyo, menyatakan perusahaannya memasok sekitar 2 juta paket makanan untuk kebutuhan haji dengan cita rasa Nusantara. Ia menambahkan, menu tahun ini juga ditingkatkan dari sisi gizi, termasuk penambahan protein seperti telur dan daging.

“Untuk menu haji tahun ini ditingkatkan lagi dibanding tahun lalu, terutama dari sisi kandungan protein,” ujarnya.

Wachid pun mendorong agar kualitas katering terus ditingkatkan, baik dari sisi rasa, distribusi, maupun kapasitas produksi. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap vendor agar tidak terjadi kendala distribusi yang dapat mengganggu pelayanan jemaah.

“Kami tidak ingin ada kekurangan makanan bagi jemaah karena ini pelayanan dasar yang sangat vital,” ucapnya.

Komisi VIII juga mendorong penerapan skema kontrak jangka panjang dalam penyelenggaraan haji guna meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan biaya.

Wachid mengatakan skema itu tengah disiapkan dalam regulasi baru bersama pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.

“Dalam penyelenggaraan haji ke depan kita akan lebih mengutamakan pelayanan yang lebih baik dengan harga yang lebih murah, mau tidak mau dilakukan melalui kontrak jangka panjang 5 sampai 10 tahun baik itu pemondokan sampai katering,” ujar Wachid. (Thia/**)