Longsor Kawasan Lereng Merapi, 60 KK  di Lencoh Selo  sempat Terisolasi

Fokus Jateng-BOYOLALI,  – Akses warga di Dukuh Kedung, Desa Lencoh Kecamatan Selo, tertimbun longsor, pada Rabu 4 Maret 2026 malam.  Hingga Kamis 5 Maret siang warga bersama TRC BPBD Boyolali masih bergotongroyong menanggulangi dampak longsor tersebut.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali Rima Kusuma  menuturkan, terpantau selama beberapa hari berturut-turut telah terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga deras. Pada serangkaian peristiwa hujan lebat tersebut juga turut di sertai angin kencang hingga mengakibatkan tanah longsor di Desa Lencoh, Kecamatan Selo.

“Hujan lebat di wilayah Kecamatan Selo tersebut mengakibatkan gugurnya tebing dengan ketinggian kurang lebih tiga meter di Dukuh Kedung Desa Lencoh. Penyebabnya diduga karena kondisi tanah yang labil akibat hujan yang terjadi selama berhari-hari,” ujarnya.

Rima mengungkapkan peristiwa longsor yang terjadi pada Rabu malam tersebut  kemudian dilaporkan pada Kamis 5 Maret pagi. Tim gabungan yang turut melibatkan TRC BPBD kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal termasuk pendataan.

“Akses jalan penghubung utama antar Dukuh Kedung menuju Dukuh Cangkol, Desa Lencoh longsor itu memang sempat tertimbun longsor, siang tadi sudah bisa dilewati. Nihil korban jiwa, mengenai perkiraan nilai kerugian masih dalam pendataan,” tuturnya.

Relawan Tim Siaga Desa (TSD) Lencoh, Sutono menambahkan, ketebalan material longsor yang menutup jalan, antara 1 hingga 2 meter. Dengan material berupa tanah, serta batuan dari atas tebing.

“Akses Warga tertutup. Warga melalui pak Kadus, pak Kades dan Relawan melaporkan Ke BPBD untuk minta bantuan alat Berat,” ucapnya.

Sebelum alat berat tiba di lokasi longsor, warga dengan alat seadanya mulai membersihkan material yang menumpuk menutup jalan.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Lencoh, Sutarno mengatakan, akses menuju Dukuh Kedung sempat tertutup, dan membuat 60 KK terdampak, yang membuat sulit beraktivitas.

“Longsor tersebut sempat ngaruh ke 60 KK, kejadian pasnya kurang tahu, karena jauh dari pemukiman warga,” katanya.

Salah satu warga setempat, Subagyo mengungkapkan, sebelum longsor, hujan deras mengguyur wilayah tersebut mulai sekitar pukul 14.45 WIB hingga malam.  Akibatnya tebing yang berada di sisi jalan penghubung utama antar Dukuh Kedung menuju Dukuh Cangkol, Desa Lencoh longsor.

“Ketahuan pagi pas ada warga yang mau antar anak ke sekolah. Tidak bisa lewat, kejadian mungkin tengah malam,” katanya.

Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke BPBD Kabupaten Boyolali, warga meminta bantuan alat berat untuk membantu membersihkan material longsoran yang menutup akses jalan. ( yull/***)