Fokus Jateng -SRAGEN— Bupati Sigit Pamungkas menilai berbagai program prioritas yang dijanjikan saat kampanye mulai dijalankan selama satu tahun kepemimpinannya di Kabupaten Sragen. Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki agar pembangunan semakin optimal.
Sigit mengatakan, selama satu tahun terakhir pemerintah daerah berupaya menjalankan berbagai program yang menjadi prioritas pembangunan daerah, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pengentasan kemiskinan.
“Seoptimal mungkin kita melaksanakan apa yang menjadi prioritas dan janji kampanye. Berbagai program sudah dijalankan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat serta jajaran birokrasi yang telah mendukung pelaksanaan pembangunan di Sragen.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, seluruh birokrasi, dan semua pihak yang sudah mendukung pelaksanaan pembangunan selama satu tahun kemarin,” kata Sigit.
Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut belum sepenuhnya sempurna. Pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah yang harus dibenahi bersama.
“Memang belum sempurna. Masih ada hal-hal yang harus diperbaiki. Harapan kita apa yang kurang ke depan bisa kita perbaiki bersama-sama,” ujarnya.
Infrastruktur hingga transformasi daerah
Menurut Sigit, salah satu fokus utama pembangunan adalah menajamkan transformasi Sragen ke arah yang lebih baik. Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain infrastruktur, penanganan kemiskinan, serta penguatan ekonomi daerah.
Ia menilai pembenahan infrastruktur terutama di kawasan perkotaan mulai terlihat, meskipun belum sepenuhnya selesai.
“Infrastruktur wajah kota relatif sudah berbenah meskipun belum sempurna. Jalan di kota dan trotoar sudah kita perbaiki. Tahun 2026 ini selain di wilayah pinggiran, di kota juga masih kita lakukan perbaikan,” jelasnya.
Pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata
Sementara itu, data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sragen mencapai sekitar 5,7 persen, atau berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional.
Menanggapi hal tersebut, Sigit menilai pertumbuhan ekonomi yang positif membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat.
“Itu artinya membuka banyak kesempatan kerja di Kabupaten Sragen bagi warga yang ingin bekerja,” katanya.
Program pengentasan kemiskinan
Dalam upaya menekan angka kemiskinan, Pemkab Sragen menjalankan berbagai program yang sejalan dengan agenda pemerintah pusat.
Salah satunya adalah program perbaikan rumah tidak layak huni yang tahun ini berhasil membebaskan 14 desa dari kategori tersebut.
Selain itu, pemerintah juga memberikan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga tidak mampu, penyandang disabilitas, guru berpenghasilan rendah, serta para veteran.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah memberikan seragam sekolah gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut bahkan diperluas pada tahun ini sehingga seluruh siswa baru mendapatkan seragam gratis.
Pemkab Sragen juga menyiapkan akses permodalan bagi masyarakat melalui program pinjaman berbunga nol persen bagi warga kurang mampu yang ingin berusaha. Program tersebut disalurkan melalui sejumlah lembaga keuangan daerah seperti Bank Jateng, Bank Syariah, dan BKK.
Beasiswa kuliah belum terserap maksimal
Di bidang pendidikan tinggi, Pemkab Sragen juga menyediakan program beasiswa kuliah. Pada tahun 2025, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp3 miliar.
Namun, realisasi penyerapan anggaran tersebut baru mencapai sekitar Rp2 miliar.
Menurut Sigit, rendahnya penyerapan anggaran disebabkan masih terbatasnya jumlah pendaftar dari keluarga kurang mampu yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Bisa jadi informasinya belum tersampaikan secara masif atau memang jumlah warga dari keluarga tidak mampu yang melanjutkan kuliah masih terbatas,” pungkasnya. (Anur/***)
