FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Menghadapi persaingan pasar yang kian kompetitif, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Karanganyar kini didorong untuk tidak sekadar “berjualan”, melainkan mulai membangun identitas bisnis yang kuat.
Melalui program Fasilitasi Pendampingan Pandu Literasi Digital UMKM Naik Kelas Batch 8, Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Kemenkomdigi) RI menggelar pelatihan intensif di Ruang Anthurium, Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan bertema “Akselerasi Daya Saing UMKM melalui Transformasi Model Bisnis dan Penguatan Identitas Brand” ini diikuti dengan antusias oleh puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor di Bumi Intanpari.
Digitalisasi Sebagai Kunci Efisiensi
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karanganyar, Isnan Nur Aziz, S.Kom., yang hadir mewakili Bupati Karanganyar, menekankan bahwa melek digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
“Pemerintah Kabupaten Karanganyar sangat mendukung kegiatan ini. Literasi digital adalah kunci percepatan pengembangan UMKM agar lebih efisien dan kompetitif di pasar nasional maupun global,” ujar Isnan dalam sambutannya.
Bukan Sekadar Teori: Dari Logo Hingga Strategi Harga
Berbeda dengan seminar biasa, pelatihan ini bersifat interaktif dan aplikatif. Pendamping Pandu Literasi Digital, Malinda Eka Wahyunita, S.Ant., menjelaskan bahwa peserta dibimbing langsung untuk membenahi “dapur” bisnis mereka.
Beberapa poin utama yang dipelajari peserta antara lain:
-
Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP): Memastikan pelaku usaha tidak rugi karena salah menentukan harga jual.
-
Identitas Visual: Praktik pembuatan logo yang representatif untuk memperkuat branding.
-
Transformasi Model Bisnis: Menyusun strategi agar usaha tetap relevan dengan kebutuhan pasar digital.
“Peserta kami bimbing bertahap, mulai dari menyusun HPP hingga pembuatan logo yang mampu memperkuat brand. Tujuannya agar mereka siap menghadapi tantangan era digital dengan identitas yang lebih kokoh,” jelas Malinda.
Memperkuat Pilar Ekonomi Daerah
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan omzet perorangan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru di Karanganyar. Dengan UMKM yang lebih modern dan terorganisir, peran mereka sebagai pilar utama perekonomian daerah akan semakin solid.
Kini, para pelaku UMKM Karanganyar diharapkan mampu melangkah lebih jauh, mengubah produk lokal menjadi brand yang berdaya saing global melalui sentuhan teknologi digital. ( rls/bre )
