Fokus Jateng-BOYOLALI,– Minimnya rambu lalu lintas di kawasan simpang lima hingga Monumen Susu Tumpah Boyolali dikeluhkan warga yang melintas. Selain gelap gulita pada malam hari, jalur tersebut tanpa ada petunjuk rambu lalu lintas. Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat berpapasan dengan kendaraan lain dari arah
“Karena tidak ada marka jalan terkadang ada pengendara masuk ke jalur berlawanan. Ini sering terjadi dan bukan pertama kali, itu belum lagi kalau pas ramai kendaraan,” kata Bambang salah satu warga sekitar.
Sementara, akses jalur di Simpang Siaga (Lima) Boyolali sejak 1 Januari 2026 sudah bisa dilalui secara normal. Termasuk akses jalan Merapi-Merbabu yang kembali dioperasikan satu arah.
“Karena Simpang Siaga sudah dinormalkan kembali, mulainya pagi setelah tahun baru. Jalan sudah normal seperti sebelum ada pembangunan, sudah normal kembali. dan rambu-rambu petunjuk arah saat ada pembangunan juga diambil semua,” jelas Kasat Lantas Polres Boyolali, AKP Tri Afandi, Rabu, 7 Januari 2026.
Terkait rambu lalu lintas,Tri Afandi mengatakan masih akan berkoordinasi, serta melakukan pengecekan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali untuk menambah kekurangan rambu-rambu petunjuk lalulintas.
Sebelumnya, jalan Merapi-Merbabu sempat dialihkan sementara menjadi dua arah. Pengalihan dilakukan saat pembangunan proyek revitalisasi pedestrian Simpang Lima dan pemeliharaan jalan Pandanaran.
Awalnya Jalan Merapi hanya bisa dilewati pengendara keluar dari arah Simpang Lima. Sementara Jalan Merbabu diperuntukkan untuk pengendara yang hendak masuk ke arah Simpang Lima.
“Saat ini, kedua jalan tersebut sudah kembali difungsikan seperti sebelumnya, yakni sat arah,” katanya.
Adapun akses dari Simpang Tugu Susu Murni sampai Simpang Lima, Kasat Lantas mengatakan akan ada marka, maupun rambu-rambu.
“Tentunya pasti ditengah akan ada marka, marka parkir. Ada rambu tanpa putus, rambu parkir. Memang saat ini belum dipasang,” imbuhnya.
Sedangkan waktu pemasangan rambu maupun marka, Tri Afandi mengaku masih akan berkoordinasi dengan DPU PR terkait penyelesaian proyek revitalisasi tersebut ( Yull/*”)
