Lima Kandidat Gubernur Jateng melalui PDI Perjuangan Sama-Sama Berpeluang Besar

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto saat ditemui di Umbul Ponggok, Klaten, Senin 14 Agustus 2017. (Joko Larsono/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – SRAGEN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Tengah (Jateng) menggelar roadshow jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Kabupaten Sragen menjadi daerah ke-21 yang disinggahi pada Sabtu 4 November 2017. Roadshow tersebut untuk menjaring calon gubernur (cagub) yang akan diusung.

Pada kesempatan tersebut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto (Bambang Pacul). Kemudian Sekretaris Bambang Kusriyanto (Bambang Kribo), dan Bendahara Agustina Wilujeng Pramestuti. Hadir pula bupati sepuh Untung Wiyono dan para pengurus DPC PDIP Sragen.

Usai mengadakan pertemuan dengan DPC PDIP Sragen, Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Pacul membeberkan soal permasalahan Ganjar Pranowo yang terganggu dengan isu e-KTP. Jika sampai ditetapkan sebagai tersangka, maka Ganjar tidak akan ditunjuk sebagai cagub dari PDIP.

”Ditetapkan sebagai tersangka Pak Ganjar selesai, sudah pasti habis,” katanya.

Namun hingga saat ini pihaknya terus memantau melalui survei internal. Dalam survei tersebut, 47 persen konstituen mengikuti masalah e-KTP. Namun yang menganggap Ganjar terlibat dari 47 persen itu hanya ada 12 persen.

Lantas langkah PDIP saat ini, semua bakal cagub dipersilakan mengenalkan diri ke publik dan internal PDIP sampai 15 November 2017. Diharapkan dengan sosialisasi popularitas para bakal calon akan meningkat. Setelah 15 November tim internal partai akan melakukan survei atas usaha meningkatkan popularitas dan elektabilitas bakal calon.

”Termasuk acara ini, upaya menyerap suara internal PDI Perjuangan apa yang terjadi,” ujarnya.

Peluang 5 orang yang mendaftar sebagai cagub lewat PDIP sama kuatnya. Yakni Ganjar Pranowo(Petahana Gubernur Jawa Tengah), Musthofa (Bupati Kudus), Wardoyo Wijaya (Bupati Sukoharjo), Sunarna (mantan Bupati Klaten), dan Lestariyono Loekito (Kepala Desa Tratemulyo, Weleri, Kendal).

”Bagi kami menyiapkan data dan persiapan saja. Karena Jateng sudah tahu semua Kandang Banteng. Situasi internal partai relatif siap siapa saja,” paparnya.