Fokus Jateng-BOYOLALI -Suasana di kompleks Pondok Pesantren Darusy Syahadah Putri, Desa Kedung Lengkong, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, mendadak panik pada Senin siang 24 November 2025. Sebuah bangunan pondok terbakar hebat.
” Api diduga berasal ruang dapur lalu merembet hingga membakar atap,” kata Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, Senin.
Kebakaran itu pertama kali dilaporkan warga ponpes ke Posko Damkar pada pukul 10.00 WIB. Tak berselang lama, tim dari Pemadam Kebakaran Satpol PP Boyolali langsung meluncur ke lokasi.
“Regu 03 yang tiba dilokasi langsung melaksanakan penanganan kebakaran,” katanya.
Saat memadamkan api, petugas mengalami kendala dikarenakan sulitnya mengakses titik api utama atau api pokok. Saat petugas datang, api masih berkobar membakar reng dan usuk bangunan yang materialnya kayu.
Namun, akhirnya api berhasil dijinakkan satu jam setelah bahu-membahu bersama penghuni ponpes.
“Rumah-rumah saling berdempetan dan hanya terpisah gang-gang sempit. Api berhasil dipadamkan total pada pukul 11.00 WIB dan di lanjutkan pendinginan,”katanya.
Berdasarkan laporan yang ia terima, sekitar pukul 09.30 WIB, santriwati penghuni rumah mendapatkan laporan dari tetangganya, bahwa ada kepulan asap dari atap dapur seluas 5×7 meter yang ditempati oleh korban.
“Diduga kepulan asap itu tadi akibat lupa mematikan kompor yang sedang memasak air. lalu ada warga yang melaporkan ke personil damkar Boyolali.”
Akibat kejadian itu, selain bangunan dapur sejumlah surat berharga hingga perabotan rumah ludes terbakar.
“Nihil, tidak ada korban dalam kebakaran ini, namun dapur dan seisinya hangus terbakar,” imbuhnya.
Menurut Supriyono, peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap risiko kebakaran. Pihaknya mengimbau warga rutin mengecek instalasi listrik, tidak menumpuk sambungan kabel, dan selalu memeriksa selang serta regulator gas, maupun sisa pembakaran tungku kayu hingga saat membakar sampah. ( yull/**)
