Aksi Reog Pengging Galang Dana Untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

peduli gunung semeru

PEDULI SEMERU : Di area pasar pengging banyak warga yang mendekati reog hanya sekedar foto bersama dan memberikan uang didalam kardus (/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG – BOYOLALI-Di Alun alun Pengging Banyudono pada Minggu (12/12/2021) siang mendadak sangat ramai. Cuaca panas yang terik tak menyurutkan para warga untuk mendekat.
Ya, lokasi itu mendadak jadi panggung seni, puluhan seniman reog unjuk keahlian seperti barongan dan bujang ganong. Para seniman ini berasal paguyuban seni reog ponorogo Kridho Manggolo, dari Desa Ngaru-aru, kecamatan Banyudono, Boyolali, mereka sengaja beraksi untuk menggalang dana peduli korban bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur.
“Mohon maaf, kalau setiap ada bencana alam dimanapun, kami berserta adik adik dari reog kridho manggolo selalu mengadakan aksi donasi kemanusiaan, untuk saat ini kami menggalang dana disekitar kawasan pengging kebetulan hari ini hari pasaran pahing jadi sangat banyak masyarakat, tadi kami juga jalan kaki dari pertigaan ngangkruk menuju pasar pengging sambal menggalang dana,” kata penanggung jawab seni reog Kridho Manggolo, Hartanto.
Tidak hanya di Alun-alun Pengging, aksi penggalangan dana dan pertunjukan seni reog juga berlangsung di pertigaan bangak dan di area pasar pengging, Banyudono.
Di area pasar pengging banyak warga yang mendekati reog hanya sekedar foto bersama dan memberikan uang didalam kardus, bahkan ada pedagang yang memberikan bantuan berupa sembako dan sayur mayur. Menurut Hartanto, jika sudah terkumpul banyak hasil penggalangan dana itu akan disalurkan ke korban bencana alam melalui kantor kecamatan Banyudono.
“Aksi penggalangan dana melalui seni budaya ini juga kami gelar hingga kawasan wisata janti, Klaten,” imbuhnya.
Aksi penggalangan dana untuk korban erupsi Gunung Semeru ini juga dilakukan oleh kelompok muda-mudi Pengging, Banyudono. Selama dua hari ini para remaja pengging menggalang dana di area alun-alun dengan cara ngamen di kawasan wisata pemandian dan kuliner kali guyangan. Senior muda mudi Pengging, Totok Sudaryanto, mengatakan penggalangan dana dilakukan dilakukan dihari Sabtu (11/12) dan Minggu (12/12) dilanjut pada akhir pekan depan.
Menurut panitia, Totok Sudaryanto, pada kegiatan Sabtu (11/12) terkumpul uang tunai Rp 4,091 juta. Juga terkumpul puluhan dus pembalut wanita, pakaian pantas pakai serta ratusan lembar masker kain.
Sedangkan hasil ngamen pada Minggu (12/12/2021) terkumpul Rp 1,556 juta. Seluruh dana dan barang yang terkumpul akan dikirimkan kepada korban Gunung Semeru. Sedangkan operasional kegiatan diambilkan dari kas paguyuban.
“100 persen donasi akan kami serahkan pada korban terdampak erupsi Merapi.”
Dijelaskan, penggalangan dana merupakan salah satu bentuk tanggungjawab moral untuk membantu sesama. Apalagi, banyak korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, bahkan ada anggota keluarga yang meninggal.
“Diharapkan, bantuan ini bisa sedikit meringankan beban saudara- saudara yang sedang tertimpa bencana tersebut,” pungkasnya.