40 Tangki Setiap Hari untuk Daerah Rawan Kekeringan di Boyolali

Droping air bersih. (Yulianto) (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG – BOYOLALI- Kekeringan dan krisis air bersih terjadi di sebagian wilayah Boyolai akibat kemarau panjang. Untuk itu, Pemkab Boyolali mengirimkan air bersih ke sejumlah wilayah rawan air bersih sebanyak 40 tangki air bersih setiap hari.

“Bantuan diberikan kepada warga di kawasan rawan air bersih,” ujar ketua TRC, Kurniawan Fajar Prasetyo mewakili Kepala Pelaksana Harian BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo.

Bantuan akan terus diberikan hingga datangnya musim hujan mendatang, sekaligus dicabutnya masa tanggap darurat kekeringan. Hingga saat ini, pemkab sudah menyiapkan bantuan air bersih sebanyak 628 tangki.

“Jumlah itu masih ditambah bantuan dari pihak ketiga sebanyak 300 tangki,” ujar Kurniawan.

Menurut Kurniawan, pengiriman bantuan air bersih dilakukan seiring dengan pemberlakukan tanggap daruratkekeringan. Dimana SK Bupati menyatakan bahwa tanggap darurat kekeringan dimulai tanggal 1 Juli hingga 30 September mendatang.

Sesuai SK tersebut, wilayah yang masuk darurat kekeringan sebanyak 8 kecamatan yaitu Wonosegoro, Juwangi, Karanggede, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamodro, Musuk dan Tamansari.

“Total ada 42 desa karena tidak semua desa di kecamatan tersebut masuk wilayah kekurangan air bersih,” terangnya.

Ditambahkan, BPBD memiliki tiga armada tangki yang diplot untuk mengirimkan bantuan air bersih di enam wilayah kecamatan bagian utara. Sedangkan dua wilayah lain, yaitu Musuk dan Tamansari menjadi tanggungjawab Bagian Kesra.

“Tidak hanya air bersih, kamijuga distribusikan terpal sebagai tandon air di daerah daerah,” kata Kurniawan.

Diungkapkan, pihaknya juga prihatin dengan kondisi sebagian warga di wilayah Kecamatan Juwangi yang terpaksa menggali lubang di dasar sungai mongering untuk mendapatkan air. Sesampai di rumah, air itu masih harus didiamkan dulu agar kotorannya mengendap.

“Sehingga droping ke Juwangi dan sebagian wilayah Musuk termasuk prioritas. Dan secara bergiliran, kami juga mengirimkan bantuan air bersih ke kawasan rawan lainnya,” katanya.