Pendaftar Beludak, Angka 8 di Pilkades Kuwiran Banyudono Boyolali

Ilustrasi Pilkades di Boyolali (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Ada yang menarik pada pendaftaran bakal calon (balon) dalam Pilkades Kuwiran, Kecamatan Banyudono. Setelah sempat diundur karena hanya ada satu balon kades. Kini, sebanyak 8 orang mendaftar sebagai balon, uniknya pelaksanaan pilkades berlangsung pada tanggal 8 bulan 8 (Agustus) mendatang.

Ketua Panitia Pilkades Kuwiran, Pario menjelaskan, dari 8 balon tersebut, satu orang sudah ditetapkan sebagai calon. Yaitu, Heri Sarwo Edhi yang juga petahana. Dia sudah ditetapkan sebagai calon beberapa waktu lalu dalam Pilkades serentak 29 Juni 2019. Sedangkan Pendaftaran balon secara resmi ditutup, Kamis (18/7) pukul 14.00.

“Saat itu, dua bakal calon mengundurkan diri dan hanya Heri Sarwo Edhi yang memenuhi syarat. Jadi dia tetap dinyatakan sebagai calon meskipun Pilkades Kuwiran diundur karena jumlah calon tidak memenuhi persyaratan,” katanya.

Dengan demikian, panitia nanti tinggal memeriksa dokumen persyaratan7 balon lainnya. Jika belum lengkap, maka balon yang bersangkutan mendapat pemberitahuan untuk melengkapi dokumen atau persyaratan pendaftaran balon kades.

Adapun ketujuh balon lainnya selain Heri Sarwo Edhi adalah, Hartanto, Puji Handoko dan Dwi Joko Raharjo, ketiganya warga desa setempat. Empat balon lainnya berasal dari luar Desa Kuwiran. Yaitu, Linda Evan asal Kecamatan Teras; Ari W dari Desa Sudimoro, Kecamatan Teras; Rustanto yang berasal darI Kebonso, Kecamatan Boyolali Kota serta Sutrapsilo warga Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak.

“Jika semua balon memenuhi syarat atau jumlah balon keseluruhan yang memenuhi syarat lebih dari lima orang maka dilakukan tes tertulis pada tanggal 3 Agustus mendatang. Tes ini menjadi kewenangan panitia tingkat kecamatan.”

Pario menambahkan pihaknya sempat didatangi sejumlah warga yang mempertanyakan adanya balon dari luar desa.
“Namun sudah kami jelaskan, bahwa tidak ada larangan bagi balon dari luar desa untuk ikut mendaftar dalam Pilkades Kuwiran. Ini sesuai Perbup Nomor 9 tahun 2019 tentang Tata Cara Pemilihan Kepala Desa,”katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto menjamin pelaksanaan tes berjalan transparan. Tes juga bebas dari intervensi pihak manapun. “Sedangkan metode yang akan dilakukan saat mencoblos nanti, dengan menggunakan metode konvensional dengan mencoblos secara manual.”