Oleh: Difa Fatur Rohman
Mahasiswa Program Studi manajemen Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng – SRAGEN– Dalam upaya membangun literasi keuangan sejak usia muda, Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Meningkatkan Kesadaran Pentingnya Menabung Sejak Sekolah Dasar” di SDN 01 Mojopuro. Program ini dirancang untuk menanamkan pemahaman finansial dasar sekaligus membentuk karakter disiplin pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan yang interaktif dan aplikatif.
Rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat sering kali berakar dari minimnya edukasi pengolahan uang di masa kecil. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN menginisiasi gerakan edukatif yang memadukan penyampaian materi secara visual, ice breaking, serta simulasi pengelolaan uang saku sederhana.
Pentingnya Edukasi Finansial Sejak Dini
Edukasi keuangan bukan sekadar mengajari anak cara menyisihkan sisa uang belanja, melainkan pembentukan pola pikir (mindset) terhadap nilai uang. Dalam sesi sosialisasi, siswa diajak memahami perbedaan mendasar antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).
* Menumbuhkan Kemandirian: Mengajarkan siswa untuk berjuang mendapatkan sesuatu yang diinginkan tanpa selalu bergantung pada orang tua.
* Membentuk Karakter Disiplin: Menabung melatih kesabaran dan konsistensi anak dalam mencapai tujuan jangka pendek maupun panjang.
* Persiapan Manajemen Risiko: Mengenalkan konsep dana darurat secara sederhana untuk menghadapi situasi tak terduga.
Inovasi Pendekatan Interaktif
Agar materi yang disampaikan relevan dan mudah diserap oleh siswa kelas dasar, mahasiswa KKN memanfaatkan media pembelajaran visual berupa celengan karakter edukatif dan “Pohon Impian”. Melalui Pohon Impian, setiap siswa diminta menuliskan target finansial sederhana mereka—seperti membeli buku cerita atau sepatu baru—lalu menempelkannya sebagai pengingat motivasi.
Kepala Sekolah SDN 01 Mojopuro mengapresiasi tinggi inisiatif ini. Kegiatan ini dinilai tidak hanya menambah wawasan akademik, tetapi juga memberikan dampak perilaku positif yang nyata bagi para siswa di lingkungan sekolah maupun rumah.
Melalui sinergitas antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar ini, diharapkan kebiasaan menabung tidak berhenti sebagai program temporer, melainkan bertransformasi menjadi budaya berkelanjutan yang membekali generasi muda Mojopuro menuju masa depan yang lebih cerdas secara finansial.
