Mahasiswa KKN Dampingi Pembuatan QRIS bagi Pelaku UMKM di Desa Ngrombo 

Oleh: Arya Bagus Prasetya

Tim KKN Universitas Slamet Riyadi

 

Fokus Jateng- SRAGEN -Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Arya Bagus Prasetya dari studi manajemen melaksanakan program kerja berupa pembuatan dan pendampingan QRIS bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya mendukung digitalisasi serta meningkatkan kemudahan transaksi bagi masyarakat dan pelaku usaha, pada 20 Juli 2026 di Desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian saya terhadap perkembangan UMKM di wilayah desa. Di tengah semakin berkembangnya penggunaan pembayaran digital, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) menjadi salah satu alternatif pembayaran yang praktis, cepat, dan mudah digunakan oleh pelaku usaha maupun konsumen.

“Dalam pelaksanaannya, Saya juga memberikan sosialisasi kepada pelaku UMKM mengenai manfaat penggunaan QRIS, cara melakukan pendaftaran, hingga pendampingan dalam proses pembuatan QRIS. Pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai cara menerima pembayaran melalui QRIS serta pentingnya mencatat transaksi secara tertib,” jelas Arya. Sabtu 22 Agustus 2026.

Program ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam mengikuti perkembangan teknologi pembayaran digital. Dengan adanya QRIS, konsumen dapat melakukan pembayaran tanpa harus membawa uang tunai sehingga transaksi menjadi lebih praktis dan efisien.

Selain memberikan kemudahan dalam transaksi, penggunaan QRIS juga diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan memperluas pilihan metode pembayaran. Digitalisasi transaksi menjadi salah satu langkah penting bagi UMKM agar dapat beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.

“Melalui program pembuatan QRIS ini, saya berharap pelaku UMKM dapat lebih mudah menerima pembayaran dari konsumen dan semakin siap mengikuti perkembangan teknologi digital.”

Program pembuatan QRIS ini mendapat respons positif dari pelaku UMKM. Para pelaku usaha menunjukkan antusiasme untuk memanfaatkan sistem pembayaran digital sebagai bagian dari pengembangan usaha mereka.

“Melalui kegiatan tersebut, saya tidak hanya memberikan pendampingan dalam pembuatan QRIS, tetapi juga mendorong terciptanya UMKM yang lebih adaptif, modern, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk menunjang kegiatan usaha. Diharapkan program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku UMKM dan turut mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.”  ( ist/**)