Oleh: Laras Indriastuti
Mahasiswa Program Studi: Agroteknologi Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng- SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 55 Desa Ngrombo, Universitas Slamet Riyadi melaksanakan program kerja individu berupa sosialisasi dan praktik pemanfaatan limbah organik menjadi kompos dan pupuk organik cair (POC) menggunakan komposter galon. Kegiatan tersebut ditujukan kepada ibu-ibu PKK RT 14 Desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga.
Program kerja ini diinisiasi oleh Laras, mahasiswa Program Studi Agroteknologi, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya limbah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan daun kering yang masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna, khususnya sebagai pupuk organik.
Melalui kegiatan tersebut, ibu-ibu PKK diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik agar tidak hanya dibuang begitu saja. Limbah organik yang berasal dari rumah tangga dapat diolah melalui proses pengomposan sehingga menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik untuk tanaman. Selain itu, limbah organik juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pupuk organik cair (POC).
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pengertian limbah organik, manfaat pengolahan limbah, serta pengenalan kompos dan POC. Mahasiswa menjelaskan bahwa pengolahan limbah organik dapat dilakukan menggunakan alat sederhana yang mudah diperoleh dan tidak membutuhkan biaya yang besar. Salah satu alat yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah komposter berbahan dasar galon bekas.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara langsung pembuatan kompos menggunakan komposter galon. Peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan yang dapat digunakan, seperti sisa sayuran, sisa buah, daun kering, cocopeat, serta bahan pendukung lainnya. Bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam komposter secara bertahap dan diatur agar proses penguraian dapat berlangsung dengan baik.
Selain pembuatan kompos, mahasiswa juga memberikan praktik pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah organik. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan, penggunaan larutan pendukung seperti EM4 dan molase, serta pentingnya proses fermentasi. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara melakukan perawatan komposter selama proses penguraian berlangsung.
Praktik secara langsung dilakukan agar ibu-ibu PKK tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan dalam mengolah limbah organik secara mandiri. Dengan menggunakan komposter galon, masyarakat dapat memanfaatkan barang bekas sekaligus mengurangi jumlah limbah organik yang dibuang ke lingkungan.
Laras menyampaikan bahwa pemanfaatan limbah organik menjadi kompos dan POC merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi tanaman. Menurutnya, pengelolaan limbah tidak harus dilakukan dengan metode yang rumit, tetapi dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia.
Program kerja ini juga diharapkan dapat mendorong ibu-ibu PKK RT 14 Desa Ngrombo untuk menerapkan pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman, sedangkan POC dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber nutrisi tambahan bagi tanaman sesuai kebutuhan.
Pelaksanaan kegiatan mendapat respons positif dari ibu-ibu PKK RT 14 Desa Ngrombo. Peserta mengikuti sosialisasi dan praktik dengan antusias serta mendapatkan pengalaman baru mengenai cara memanfaatkan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan di bidang pertanian yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan masyarakat.
Program kerja individu ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 55 Desa Ngrombo Universitas Slamet Riyadi dalam mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Melalui pemanfaatan limbah organik menjadi kompos dan POC dengan komposter galon, diharapkan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK RT 14 Desa Ngrombo, dapat mengurangi limbah rumah tangga, memanfaatkan barang bekas, serta menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan secara berkelanjutan. ( ist/**)
