Oleh: nama: Dwinda Sonyati T
Mahasiswa Program Studi Ilmu Adm Negara Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng- SRAGEN,— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 70 Dwinda Sonyati Telaumbanua dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta berhasil melaksanakan program kerja individu bertajuk “Optimalisasi Media Informasi Publik tentang Potensi Embung Cepoko sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan di Desa Cepoko” pada Selasa (29/7/2026) di kawasan Embung Cepoko, Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Embung Cepoko merupakan salah satu aset desa yang memiliki potensi besar, baik dari segi sumber daya air, perikanan, maupun wisata alam. Namun demikian, minimnya media informasi publik yang tersedia di kawasan tersebut menyebabkan potensi embung belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat luas. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa KKN UNISRI untuk mengambil langkah konkret melalui pembuatan dan pemasangan media informasi publik berupa papan informasi (signboard) yang memuat profil, potensi, serta peluang pengembangan Embung Cepoko.
“Kami melihat bahwa Embung Cepoko memiliki potensi yang luar biasa, mulai dari aspek pertanian, perikanan, hingga ekowisata. Sayangnya, informasi mengenai potensi tersebut belum tersampaikan secara optimal kepada masyarakat maupun pengunjung. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk membuat media informasi yang informatif dan menarik agar masyarakat semakin mengenal dan bangga dengan potensi desanya,” ujar mahasiswa pelaksana program kerja individu ini. Program kerja ini diwujudkan dalam bentuk pembuatan dan pemasangan papan informasi publik yang ditempatkan secara strategis di area Embung Cepoko. Papan informasi tersebut dirancang dengan desain yang menarik dan informatif, memuat berbagai informasi penting meliputi:
1. Profil Embung Cepoko — gambaran umum mengenai sejarah, lokasi, dan fungsi embung bagi masyarakat sekitar;
2. Potensi sumber daya — meliputi potensi perikanan, pertanian irigasi, serta peluang pengembangan ekowisata berbasis embung;
3. Peluang pemberdayaan ekonomi — informasi mengenai bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan embung sebagai sumber pendapatan alternatif; dan
4. Ajakan partisipasi masyarakat — himbauan untuk turut menjaga kelestarian dan kebersihan kawasan embung.
Pemasangan papan informasi dilakukan secara langsung oleh mahasiswa bersama dukungan dari perangkat desa dan masyarakat setempat, sehingga kegiatan ini juga menjadi momen kolaborasi antara civitas akademika dan komunitas lokal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN UNISRI Kelompok 70 yang mengusung tema besar kampus, yakni “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen.” Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan (agent of change), tetapi juga sebagai jembatan informasi yang menghubungkan potensi desa dengan akses pengetahuan yang lebih luas.
Optimalisasi media informasi publik di kawasan Embung Cepoko diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan, di antaranya:
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi lokal yang dimiliki desa;
2. Mendorong kunjungan wisatawan ke kawasan embung sehingga berpotensi menggerakkan perekonomian warga sekitar;
3. Memperkuat identitas desa sebagai desa yang memiliki keunggulan sumber daya alam; serta
4. Mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pengelolaan sumber daya yang informatif dan inklusif.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari perangkat desa maupun masyarakat Desa Cepoko. Kehadiran papan informasi di kawasan Embung Cepoko dinilai memberikan nilai tambah yang signifikan, terutama dalam upaya memperkenalkan potensi desa kepada pihak luar.
“Kami sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh mahasiswa KKN UNISRI. Papan informasi ini sangat bermanfaat karena selama ini memang belum ada media yang secara khusus menginformasikan potensi Embung Cepoko kepada masyarakat maupun pengunjung. Semoga ke depan, embung ini semakin dikenal dan bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi desa,” ungkap perwakilan perangkat Desa Cepoko.
Dengan terlaksananya program kerja individu ini, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 70 berharap agar upaya optimalisasi media informasi publik di Embung Cepoko dapat menjadi langkah awal yang memicu inisiatif-inisiatif serupa di masa mendatang. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda dan masyarakat setempat untuk lebih aktif dalam menggali, mengelola, dan mempromosikan potensi desa secara mandiri.
“Kami berharap apa yang kami lakukan bukan sekadar program sesaat, melainkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Cepoko. Ke depan, kami juga berharap ada tindak lanjut dari pemerintah desa maupun stakeholder terkait untuk terus mengembangkan potensi Embung Cepoko, baik dari sisi infrastruktur, promosi, maupun pemberdayaan masyarakat,” tutup mahasiswa pelaksana. (Ist/**)
