Oleh: Sekar Arum Kinasih
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Slamet Riyadi Surakarta,
Fokus Jateng-SRAGEN, — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan program kerja individu berupa Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Melalui Penguatan Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Mewujudkan Desa Aman, Sejahtera, dan Ramah Anak.
Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertempat di Desa Geneng, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, dalam rangkaian kegiatan perkumpulan ibu-ibu PKK se-Desa Geneng. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sekar Arum Kinasih, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, dengan NPM 23410121.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan Daffa Adnanabin, mahasiswa semester 7 Fakultas Hukum, Program Studi Ilmu Hukum Universitas Slamet Riyadi Surakarta, sebagai narasumber. Kehadiran narasumber dari bidang hukum menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai aspek hukum dalam perlindungan perempuan dan anak.
*Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Perlindungan Perempuan dan Anak*
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak yang dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Perempuan memiliki peranan strategis dalam membangun ketahanan keluarga, sementara keluarga menjadi lingkungan pertama yang memberikan perlindungan, pendidikan, dan pembentukan karakter bagi anak.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan nyaman bagi perempuan maupun anak. Selain itu, peserta juga diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap berbagai permasalahan yang dapat mengancam keamanan, kesejahteraan, serta hak-hak perempuan dan anak.
Kehadiran Daffa Adnanabin sebagai narasumber turut memberikan perspektif hukum kepada peserta. Materi yang disampaikan diarahkan untuk membantu masyarakat memahami bahwa perlindungan perempuan dan anak tidak hanya menjadi persoalan keluarga, tetapi juga memiliki landasan hukum yang perlu diketahui oleh masyarakat.
Pemahaman mengenai hukum diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mengetahui hak-hak perempuan dan anak serta memahami pentingnya melakukan pencegahan terhadap tindakan kekerasan maupun perlakuan yang dapat merugikan perempuan dan anak.
*Penguatan Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak*
Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak. Hubungan yang dibangun melalui komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat menjadi salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan keluarga yang aman.
Orang tua diharapkan mampu menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan rasa aman, menyampaikan perasaan, serta menceritakan berbagai permasalahan yang dihadapi. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak juga dapat membantu orang tua mengenali perubahan perilaku maupun kondisi anak sejak dini.
Selain itu, masyarakat diharapkan tidak bersikap acuh terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Kepedulian masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan sosial yang mampu memberikan perlindungan kepada anak dan mencegah terjadinya tindakan yang dapat membahayakan mereka.
Pemberdayaan Perempuan sebagai Bagian dari Ketahanan Keluarga
Selain membahas perlindungan anak, kegiatan juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga mencakup peningkatan pengetahuan, kemampuan, kepercayaan diri, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Ibu-ibu PKK sebagai bagian dari kelompok masyarakat memiliki posisi strategis dalam mendukung berbagai upaya pemberdayaan keluarga. Melalui forum PKK, perempuan dapat saling bertukar pengalaman, memperoleh informasi, serta berperan dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Dengan semakin kuatnya kapasitas perempuan, diharapkan perempuan dapat memiliki peran yang semakin besar dalam mengambil keputusan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Hal tersebut pada akhirnya dapat mendukung terciptanya keluarga yang lebih mandiri, harmonis, dan sejahtera.
*Mendorong Terwujudnya Desa Ramah Anak*
Konsep desa ramah anak membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Tidak hanya pemerintah desa, tetapi juga keluarga, organisasi masyarakat, kader PKK, tokoh masyarakat, pemuda, serta masyarakat secara umum.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa menciptakan desa yang ramah anak dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan membangun komunikasi yang baik dalam keluarga, memberikan perhatian terhadap kebutuhan anak, menghargai pendapat anak, mencegah kekerasan, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Perlindungan anak juga perlu dilakukan melalui upaya pencegahan. Masyarakat perlu memiliki keberanian dan kepedulian untuk menyikapi apabila menemukan permasalahan yang berkaitan dengan perempuan maupun anak serta mengetahui langkah yang tepat untuk mencari bantuan atau melaporkan permasalahan kepada pihak yang berwenang.
Antusiasme Ibu-Ibu PKK dalam Mengikuti Kegiatan
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan ibu-ibu PKK se-Desa Geneng. Peserta tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait persoalan perempuan, anak, keluarga, dan perlindungan hukum.
Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang mendapatkan perhatian peserta karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh penjelasan secara langsung dari narasumber. Materi hukum yang disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari diharapkan dapat membantu peserta memahami pentingnya mengetahui hak serta kewajiban dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Antusiasme peserta menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat terhadap isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Hal tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa edukasi mengenai keluarga, perempuan, dan anak perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
*Kolaborasi Mahasiswa dalam Memberikan Edukasi kepada Masyarakat*
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antarmahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat. Sekar Arum Kinasih sebagai pelaksana program kerja individu dari Program Studi Ilmu Komunikasi menginisiasi kegiatan dengan menghadirkan Daffa Adnanabin dari Fakultas Hukum sebagai narasumber.
Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam kegiatan karena isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak memiliki keterkaitan dengan aspek komunikasi, sosial, keluarga, maupun hukum. Melalui perpaduan perspektif tersebut, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, Sekar Arum Kinasih juga memanfaatkan kegiatan ini sebagai bentuk penerapan kemampuan komunikasi dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Penyampaian informasi dilakukan dengan mengedepankan komunikasi yang mudah dipahami sehingga materi dapat diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
*Wujud Pengabdian Mahasiswa KKN-PPM Unisri*
Program kerja individu ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta kepada masyarakat Desa Geneng. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran bersama dalam menciptakan keluarga dan lingkungan sosial yang aman.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat semakin memahami bahwa pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan dua hal yang saling berkaitan. Perempuan yang berdaya dapat memberikan kontribusi positif bagi keluarga, sedangkan keluarga yang kuat dapat menjadi salah satu fondasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Pada akhirnya, terwujudnya Desa Geneng sebagai desa yang aman, sejahtera, dan ramah anak membutuhkan komitmen serta partisipasi seluruh masyarakat. Keluarga menjadi fondasi utama, sementara masyarakat menjadi lingkungan pendukung yang turut memastikan perempuan dan anak mendapatkan rasa aman, penghormatan, serta perlindungan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan pengetahuan yang diperoleh ibu-ibu PKK dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar. Dengan demikian, kegiatan KKN-PPM tidak hanya menjadi kegiatan akademik mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat Desa Geneng. ( ist/**)
