Oleh: Dicky Ardianto
Mahasiswa Program Kerja KKN universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng – SRAGEN – Program kerja KKN dengan jenis kegiatan “Optimalisasi Pekarangan Rumah melalui Edukasi Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)” dilaksanakan di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen pada 3 Agustus 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan lahan pekarangan yang dapat dikembangkan menjadi area produktif melalui budidaya tanaman obat.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian Tanaman Obat Keluarga (TOGA), jenis-jenis tanaman yang dapat dibudidayakan, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa tanaman yang diperkenalkan meliputi jahe, kunyit, kencur, serai, lengkuas, dan temulawak. Pemilihan tanaman tersebut disesuaikan dengan kemudahan budidaya serta pemanfaatannya yang telah dikenal oleh masyarakat.
Materi berikutnya membahas teknik sederhana dalam membudidayakan TOGA di lingkungan rumah. Masyarakat diberikan penjelasan mengenai pemilihan lokasi, persiapan wadah dan media tanam, penanaman, penyiraman, pemupukan, serta perawatan tanaman. Edukasi juga menekankan bahwa keterbatasan luas pekarangan bukan menjadi hambatan untuk melakukan budidaya karena tanaman dapat ditanam menggunakan pot atau wadah yang tersedia di lingkungan rumah.
Selain aspek budidaya, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan hasil TOGA. Tanaman yang telah dipanen dapat digunakan sebagai bahan masakan maupun diolah menjadi berbagai produk herbal sederhana, seperti minuman herbal dan jamu. Pengolahan dilakukan dengan tetap memperhatikan kebersihan bahan dan peralatan agar produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi. Hasil TOGA juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang mempunyai nilai tambah apabila dikelola secara konsisten dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Hasil dari program kerja ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenal, membudidayakan, merawat, serta memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pemilihan tanaman, teknik penanaman, perawatan, serta pemanfaatan hasil tanaman untuk kebutuhan sehari-hari.
Kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pekarangan rumah tidak hanya berfungsi sebagai ruang di sekitar tempat tinggal, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai lahan produktif. Dengan membudidayakan TOGA, masyarakat dapat memanfaatkan ruang yang tersedia untuk menghasilkan tanaman yang berguna bagi kebutuhan keluarga sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Secara keseluruhan, kegiatan edukasi TOGA mendapatkan respons positif dari masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing. Keberlanjutan budidaya TOGA setelah kegiatan KKN menjadi bagian penting agar manfaat program tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat terus dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
*Kesimpulan*
Pelaksanaan program edukasi budidaya dan pemanfaatan TOGA pada 3 Agustus 2026 menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi pekarangan rumah. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai cara mengenali, menanam, merawat, serta memanfaatkan tanaman obat.
Pemanfaatan pekarangan untuk budidaya TOGA dapat menjadi langkah sederhana dalam menciptakan lingkungan rumah yang lebih produktif. Selain dapat menunjang kebutuhan keluarga, hasil tanaman juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat melanjutkan kegiatan budidaya TOGA secara mandiri dan mengembangkan potensi pekarangan sesuai dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan masing-masing. (ist/**)
