FokusJateng.com – Rutan Kelas IIB Boyolali terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program wisata petik buah. Salah satu yang dilakukan adalah dengan membuka lahan budidaya melon jenis sweet lavender di area instalasi hidroponik.
Kegiatan ini direncanakan dibuka untuk umum mulai Senin 11 Mei hingga Sabtu 16 Mei pukul 09.00 sampai 16.30 WIB.
Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian serta memberikan nilai tambah bagi warga binaan.
“Harapan kami warga binaan ini dapat premi dari rutan, dikasih ke istri atau anaknya. Walaupun sedang menjalani pidana tapi masih produktif, masih bisa membantu ekonomi keluarga,” jelas Ervans, Minggu 10 Mei 2026.
Disebutkan total ada 124 pohon yang ditanam dengan konsep satu pohon satu buah. Tujuannya untuk menjaga kualitas dan tingkat kemanisan maksimal pada setiap buah.
“Proses budidaya sepenuhnya dikelola oleh dua warga binaan. Keduanya belajar dari nol di bawah bimbingan petugas, serta pendampingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, termasuk bantuan alat pertanian seperti spray untuk perawatan tanaman,” katanya.
Ervans melanjutkan, harga melon ditetapkan Rp30 ribu per kg. Harga ini lebih terjangkau dibanding harga pasaran melon premium sejenis. Masyarakat juga umum diperbolehkan masuk dan memetik langsung dengan syarat membawa kartu identitas untuk pendataan pengunjung.
“Selain melatih keterampilan, sebagian hasil penjualan melon akan dikembalikan ke warga binaan dalam bentuk premi. Adapun tujuannya agar mereka punya bekal saat kembali ke masyarakat,” ucapnya.
Pihak rutan berharap wisata petik melon ini juga mengubah stigma masyarakat terhadap lapas. Pengunjung bisa melihat langsung aktivitas positif warga binaan sekaligus membeli buah segar hasil budidaya mereka. ( yull/*”)
