Pulang dalam Dekapan Kabut Mongkrang Karanganyar : Perpisahan Teduh untuk Yazid Ahmad Firdaus

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Setelah hari-hari penuh harap dan doa yang dipanjatkan di kaki Gunung Lawu, pencarian terhadap Yazid Ahmad Firdaus (26) berakhir dalam suasana haru. Selasa (10/2/2026), pemuda tersebut ditemukan telah tiada di kawasan Bukit Mongkrang, meninggalkan jejak kenangan di antara jalur pendakian yang sunyi.

Identitas yang Dikenali dari “Pakaian Terakhir”

Proses identifikasi jenazah berlangsung penuh khidmat di RSUD Karanganyar. Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan adalah benar Yazid. Kepastian ini tidak hanya datang dari data kepolisian, tetapi dari memori keluarga yang mengenali setiap helai pakaian yang dikenakan Yazid saat pamit berangkat mendaki.

“Hasil identifikasi dari properti yang digunakan—mulai dari kaos dalam, jaket, hingga kaos kaki—identik dengan yang digunakan korban sebelum melakukan pendakian,” ujar AKBP Arman dengan nada rendah di RSUD Karanganyar, Selasa malam.

Pihak keluarga pun telah mengikhlaskan kepergian Yazid. Dengan keteguhan hati, mereka meyakini bahwa raga yang ditemukan tim SAR adalah putra tercinta mereka, sehingga proses autopsi tidak dilakukan demi menyegerakan kepulangan Yazid ke peristirahatan terakhirnya.

Ketegaran Sang Ayah di Balik Kabut Lawu

Di balik hiruk-pikuk proses evakuasi yang menantang medan sulit dan cuaca tak menentu, ada sosok yang menjadi simbol kekuatan: Sapto Mulyono, ayahanda Yazid.

Sapto setia menunggu di basecamp Mongkrang sejak kabar kehilangan menyeruak. Dengan penuh kesabaran, ia menyaksikan tim SAR gabungan berjuang menembus dinginnya lereng Lawu. Saat jenazah tiba di ruang kamboja RSUD Karanganyar, Sapto tampak hadir mendampingi, menunjukkan ketegaran yang luar biasa di hadapan sanak saudara. Meski duka mendalam menyelimuti, ia menerima kenyataan ini sebagai garis takdir sang putra.

Gotong Royong dan Penghormatan Terakhir

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, turut hadir menyampaikan rasa duka sekaligus apresiasi mendalam bagi ratusan relawan yang terlibat.

“Alhamdulillah, hari ini sudah ditemukan. Terima kasih kepada seluruh relawan, Basarnas, TNI, dan Polri yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah beberapa hari ini,” ungkap Rober.

Pencarian Yazid memang menjadi potret solidaritas luar biasa di Karanganyar. Berbagai unsur masyarakat bersatu padu menyisir tebing dan semak demi membawa Yazid pulang, apa pun kondisinya.

Imbauan untuk Para Pecinta Alam

Menutup peristiwa pilu ini, pihak kepolisian kembali mengingatkan pentingnya prosedur keselamatan dalam pendakian. Gunung, dengan segala keindahannya, menuntut kesiapan fisik dan kepatuhan pada jalur yang ada.

Kini, Yazid telah dimakamkan di pemakaman setempat pada Selasa malam. Di bawah langit Karanganyar yang tenang, ia telah benar-benar “pulang.” ( ip/ bre )