Personel BPBD Boyolali Diterjunkan dalam Pencarian Seorang Kakek Hanyut di Sungai Pepe

Pencarian seorang kakek hanyut di Sungai Pepe, wilayah Boyolali. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Boyolali menerjunkan timya untuk mencari seorang kakek berusia 82 tahun yang diduga hanyut terseret derasnya aliran sungai Pepe.

Sebelumnya, Tri Joko (82), warga Dukuh Muning, Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo. Dilaporkan menghilang disekitar sungai Pepe, pada Selasa sore (12/2). Bahkan, sejak menghilang, upaya pencarian terus dilakukan. Penyisiran mulai dilakukan pada lokasi terakhir Tri Joko berada. Bahkan sampai Rabu (13/2/2020) petang, Tim sar bersama warga masih belum menemukan keberadaan korban.

“Kami mendapat informasi tersebut Selasa Sore. Dan kami langsung mengerahkan relawan untuk melakukan penyisiran,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo yang memimpin operasi pencarian ini. Rabu (13/2/2020).

Dijelaskan, hingga saat ini Tim SAR masih melakukan upaya pencarian korban dengan menyusuri sungai Pepe. Mereka menyusuri sungai dimulai dari lokasi yang diduga tempat dugaan korban menyeberang. Dugaan sementara korban terseret arus di Kali Pepe saat pulang dari sawahnya yang berada di pinggir sungai tersebut. Korban diduga terjebak kondisi derasnya aliran sungai Pepe saat banjir pada Selasa (12/2) petang.

Slamet (50) salah satu warga setempat mengaku sejak dikabarkan tak pulang, warga langsung melakukan pencarian. Selain menyusuri sawah milik korban, warga juga menyusuri aliran sungai. Begitu juga dengan disekitaran jalur korban kesawah telah disisir. “ hingga tadi pagi, tapi belum ditemukan juga,” pungkasnya.