Bulan Desember, Pemkab Sragen Terima Enam Penghargaan Sekaligus

Wabup Sragen Dedy Endriyatno foto bersama pejabat dan plakat penghargaan. (Huriyanto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-SRAGEN-Pemkab Sragen yang digawangi duet antara Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Wabup Dedy Endriyatno terus mengukir prestasi. Dalam sebulan, yakni Desember ini sudah menerima enam penghargaan sekaligus ddalam berbagai bidang, mulai pelayanan publik, hukum, hingga bidang teknologi Informasi.

Wabup Sragen Dedy Endriyatno menyampaikan, ada sejumlah penghargaan yang diterima pada awal Desember. Pihak pemkab berharap penghargaan yang diterima ini menjadi cambuk untuk kinerja yang lebih baik dalam melayani warga Sragen.

Penghargaan pertama bulan ini yakni pada Senin (10/12) lalu yakni penganugerahan penghargaan Top IT & Telco 2018. Pada tahun ini diselenggarakan oleh Majalah IT Works dengan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi. Sragen sudah ketiga kalinya mendapatkan penghargaan TOP IT & TELCO yaitu pada tahun 2015, 2016 dan 2018.

Selanjutnya Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman RI pada Senin (10/12). Kabupaten Sragen meraih penghargaan dari Ombudsman Republik Indonesia atas kepatuhan terhadap standar pelayanan sesuai Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik Tahun 2018. Dalam kesempatan tersebut, Kabupaten Sragen masuk pada zona hijau dengan predikat Kepatuhan Tinggi Atas Pelayanan Publik 2018 bersama 62 kabupaten lain dengan nilai 82,05.

Hari berikutnya Selasa (11/12) Sragen mendapat Bhumandala Award 2018 Peringkat  Bhumandala Ariti Oleh Badan Informasi Geopasial (BIG). Pernghargaan diserahkan Kepala Staf Presiden Moeldoko, dan diterima oleh Wakil Bupati Sragen. Penghargaan ini atas inovasi Sragen menggunakan lnformasi Geospasial (lG) untuk melayani masyarakat.

Pada hari yang sama Sragen menerima Penghargaan Kabupaten Peduli Ham 2017 Oleh Kemenkumham. Bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia se-dunia ke-70. ”Berdasarkan parameter penilaian, Kabupaten Sragen mampu mendapatkan nilai 92,52 dan berhak menyandang kriteria Peduli Hak Asasi Manusia,” terangnya.

Untuk mendapatkan penghargaan kategori Peduli HAM tersebut, Pemerintah Daerah harus mampu memenuhi tujuh kelompok hak yaitu hak atas di bidang kesehatan, hak atas di bidang Pendidikan, hak atas di bidang perempuan dan anak, hak atas di bidang kependudukan, hak atas di bidang pekerjaan, hak atas di bidang perumahan yang layak dan hak atas di bidang lingkungan yang berkelanjutan, serta ada kriteria lain yaitu Implementasi aksi HAM 2017-2018.

Selain itu, Sragen mendapat penghargaan inovasi dan daya saing daerah provinsi jawa tengah tahun 2018. Sragen menerima Penghargaan Anugerah Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 untuk Kategori Ekosistem Inovasi. Penghargaan Inovasi dan Daya Saing Daerah Provinsi Jawa Tengah adalah apresiasi atas prestasi dalam penguataan inovasi daerah sehingga menghasilkan nilai tambah, baik dalam bentuk komersial, ekonomi maupun sosial-budaya sehingga berdampak kepada peningkatan daya saing dan kesejahteraaan masyarakat yang tinggi dan berkelanjutan.

Sementara Kamis (13/12) ini juga mendapat penghargaan dari Masyarakast telematika Indonesia (Mastel). Sragen salah satu menerima penghargaan Digital Inclution Award 2018. ”Aplikasi yang ada untuk pelayanan publik bisa dan mudah digunakan,” jelasnya.

Namun ada sejumlah bidang yang masih bisa ditingkatkan nilainya, yaknid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Dinas Sosial (dinsos) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk menambah poin. Sehingga diharapkan mampu memberi prestasi lagi untuk kabupaten Sragen.

Dia menyampaikan masih banyak penghargaan yang akan disampaikan selama setahun. Pemkab saat ini masih menginventarisasi penghargaan yang sudah diterima selama 2018.