Fokus Jateng-BOYOLALI, – Sejumlah ruang kelas di Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Ketaon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, tidak layak pakai karena plafonnya jebol. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah mengalihkan kegiatan belajar mengajar keruangan lain yang lebih layak.
Menurut Kepala SDN 2 Ketaon, Wahyudi, bahwa kerusakan struktur atap plafon ini sebenarnya sudah berlangsung selama hampir satu tahun.
“Kemudian, ada beberapa bagian kuda-kuda dan belandar (balok penyangga) sudah lapuk dan putus. Selama enam bulan terakhir, atap terpaksa kami sangga menggunakan bambu,” katanya, Senin 13 Juli 2026.
Demi keselamatan para siswa, pihak sekolah, kata Wahyudi, pihak sekolah telah mengosongkan ketiga ruang kelas tersebut.
“Jadi terpaksa para siswa menempati musala, ruang komputer, perpustakaan, ruang guru, hingga ruang kepala sekolah untuk melangsungkan kegiatan belajar mengajar,” imbuhnya.
Dijelaskan untuk perbaikan total, SDN 2 Ketaon telah mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp636 juta ke pemerintah pusat. Pihak sekolah kini tengah menunggu kepastian pencairan dana bantuan tersebut.
Terkait kondisi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, memastikan bahwa SDN 2 Ketaon telah masuk dalam daftar prioritas perbaikan.
“Alhamdulillah, tahun ini sudah ada surveyor pendamping dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meninjau kondisi sekolah. Tujuannya agar SDN 2 Ketaon bisa mendapatkan dana revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk tahun anggaran 2026,” jelas Kuncoro.
Sebagai solusi jangka pendek agar KBM berjalan lebih kondusif, Disdikbud Boyolali berencana memindahkan sebagian siswa ke SDN 1 Ketaon.
Mengingat, SD N 1 Ketaon sudah kosong tidak digunakan, setelah masuk dalam 48 sekolah yang diregruping Disdikbud Kabupaten Boyolali.
“Kami akan survei dan komunikasikan terlebih dahulu dengan pemerintah desa setempat agar sebagian ruang di SDN 1 Ketaon bisa digunakan sementara waktu, sambil menunggu proses rehabilitasi selesai,” katanya.
Menurutnya, SDN 2 Ketaon merupakan satu dari 32 SD di Boyolali yang masuk dalam tahap revitalisasi tahun ini. ( yull/**)
