GP Ansor Sragen Yang Dinakhodai Robby Isnan Abdillah Resmi Dilantik, Begini Pesan Bupati

Pelantikan PC GP Ansor Sragen. (/Fokusjateng.com)

FOKUSJATENG.COM-SRAGEN – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Sragen resmi dilantik kemaren. Robby Isnan Abdillah, ketua terpilih berkomitmen mengawal penuh kebijakan pro-pesantren. GP Ansor Sragen mendesak kepada pemkab untuk segera mengesahkan peraturan bupati (perbup) pesantren.

Pengesahan perbup pesantren ini merupakan fokus terdekat GP Ansor Sragen sebagai motor penggerak masyarakat. Selain itu melakukan konsolidasi internal yang menjadi tugas organisasi. “Eksistensi pondok pesantren ini menjadi poin kami karena isu pesantren sudah bergaung sejak tahun 2021,” katanya.

Lantas, pihaknya akan mendesak bupati untuk mengesahkan perbup pesantren/ madrasah. “Dari 2021 hingga 2026, kami konsisten mengawal isu pondok pesantren. Kami mohon doa restunya untuk terus memperjuangkan visi ini. Semoga setelah pelantikan ini, Perbup (Pesantren) bisa segera disahkan oleh Pemkab Sragen. Ini adalah wujud nyata keberpihakan GP Ansor pada pondok pesantren,” papar dia.

Pelantikan dihadiri oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas. Dikatakan dalam sambutannya, bupati memberikan ucapan selamat sekaligus tantangan baru bagi kepengurusan GP Ansor yang baru. Selain mendoakan agar pengurus bersikap amanah, Bupati Sigit menyambut baik visi Ansor untuk menjadi organisasi yang mandiri dan membawa maslahat bagi masyarakat luas.

Bupati membeberkan bahwa Pemkab Sragen saat ini tengah fokus pada program transformasi masyarakat tertinggal agar mereka bisa ikut menikmati kue pembangunan. Salah satu program unggulan yang diusung adalah Masjid Berdaya, sebuah konsep agar tempat ibadah memiliki amal usaha mandiri yang mampu menghidupi lingkungan sekitarnya.

Napas kemandirian inilah yang diharapkan Bupati bisa diadopsi oleh GP Ansor Sragen. Menurutnya, pemerintah daerah saat ini sangat fokus memperhatikan unit-unit bisnis demi kemakmuran masyarakat. “GP Ansor harus punya kemandirian ekonomi dan harus memiliki amal usaha sendiri. Banyak sekali peluang dan akses yang bisa dimanfaatkan untuk membangun kemandirian tersebut,” katanya.

Tak tanggung-tanggung, Bupati juga menyarankan agar GP Ansor tidak ragu membangun sinergi lintassektoral demi mewujudkan kemandirian ekonomi tersebut, termasuk berkolaborasi dengan para tokoh politik lokal. “Bisa disinergikan dengan program MBG (Makan Bergizi Gratis) dari Mas Lilik, Pak Mualim, Pak Fatur, dan tokoh-tokoh lainnya. Banyak potensi yang bisa dikolaborasikan demi kemakmuran bersama,” tegas bupati. (hr)