PCNU Karanganyar Tagih Janji Prabowo: Sikat Koruptor Tanpa Pandang Bulu!

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Gelombang dukungan sekaligus tuntutan terhadap komitmen antikorupsi Presiden Prabowo Subianto terus mengalir dari berbagai daerah. Kali ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karanganyar angkat bicara dan menegaskan bahwa genderang perang terhadap korupsi harus ditabuh tanpa pandang bulu dan tanpa kompromi politik.
Ketua PCNU Kabupaten Karanganyar, Kyai Muhammad Nuril Huda, menyatakan bahwa langkah tegas yang dijanjikan oleh pemerintah saat ini menjadi secercah harapan besar bagi masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa ketegasan tersebut wajib dibuktikan lewat tindakan nyata yang adil, profesional, dan bebas dari diskriminasi.
“Siapa pun yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa memandang jabatan, latar belakang, maupun kedekatan politik,” tegas Kyai Nuril Huda.

Ujian Berat Penegakan Hukum yang Akuntabel

Kyai Nuril Huda menggarisbawahi bahwa korupsi bukan sekadar kejahatan keuangan, melainkan parasit yang merusak kehormatan bangsa dan menghambat kemajuan negara. Oleh karena itu, PCNU Karanganyar memberikan dukungan moral penuh, dengan catatan: hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
Ada tiga poin krusial yang disoroti PCNU Karanganyar dalam mengawal agenda pemberantasan korupsi ke depan:
* Pemberantasan Tanpa Tebang Pilih: Proses hukum harus menyasar siapa saja, termasuk lingkaran dalam kekuasaan jika terbukti bersalah, demi menjaga kepercayaan publik.
* Fondasi Keadilan: Penegakan hukum yang transparan akan menjadi tolok ukur apakah institusi penegak hukum di era sekarang benar-benar independen atau tidak.
* Mewujudkan Pemerintahan Bersih: Langkah konkret dari Presiden diharapkan mampu membersihkan birokrasi dari para “tikus berdasi” demi membawa Indonesia ke arah yang lebih terhormat.

Bukan Hanya Tugas Negara, Tapi Tanggung Jawab Moral Masyarakat

Lebih lanjut, PCNU Karanganyar menilai perang melawan korupsi tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan aparat penegak hukum dan ketegasan presiden. Perlu ada revolusi budaya di tengah masyarakat.
Kyai Nuril Huda mengajak seluruh elemen bangsa untuk mulai membangun benteng pertahanan moral di lingkungan masing-masing. Budaya kejujuran, integritas, dan kepatuhan hukum harus dipupuk kembali dari akar rumput.
Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut berpartisipasi aktif dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan agar cita-cita menuju Indonesia yang bersih dan berwibawa bisa segera terealisasi. ( bre )