FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Sebuah gebrakan tidak biasa lahir dari akar rumput ekonomi Kabupaten Karanganyar. Di tengah menjamurnya tren nongkrong dan konsumsi kopi di kalangan Generasi Z (Gen Z), sebuah koperasi tingkat kelurahan berhasil membuktikan bahwa modal besar bukan penentu utama dalam memenangkan pasar.
Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Cangakan secara mengejutkan berhasil mencuri start. Tanpa fasilitas mewah, mereka resmi meluncurkan unit usaha booth kopi mandiri kekinian. Langkah taktis ini bahkan sukses mendahului koperasi-koperasi berskala besar di Karanganyar yang masih terjebak dalam proses perencanaan.
Strategi ‘Samiron’: Bergerak Cepat di Ruang Terbatas
Ketua KKMP Cangakan, Sigit Danang Jaya, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan ini adalah kecepatan eksekusi. Bagi mereka, dinamisnya pasar anak muda tidak bisa menunggu birokrasi modal yang berbelit-belit.
Demi mengamankan momentum, modal kedai kopi ini murni bersumber dari sistem samiron—alias patungan sukarela antar-pengurus.
“Kantor sekretariat kami saja sangat mini, hanya berukuran 2 \times 4 meter dan menumpang di kompleks Kelurahan Cangakan,” ujar Sigit kepada awak media. “Namun, karena tren pasar Gen Z di Karanganyar ini berjalan cepat, kami putuskan langsung action di lapangan tanpa harus menunggu semua fasilitas sempurna dulu.”
Langkah berani KKMP Cangakan ini sekaligus menjadi refleksi bagi koperasi desa lainnya yang hingga kini belum juga merealisasikan unit usaha serupa meski memiliki sokongan kapital yang lebih kuat.
Dekopinda: Koperasi Harus Lincah, Bukan Kelamaan Rapat!
Kelincahan KKMP Cangakan dalam mengamankan ceruk pasar anak muda langsung memantik apresiasi tinggi dari Dewan Koperasi Pimpinan Daerah (Dekopinda) Kabupaten Karanganyar.
Perwakilan Dekopinda Karanganyar, Muh. Maksum, menegaskan bahwa pada momentum Bulan Koperasi Nasional sepanjang Juli ini, koperasi dituntut untuk menghasilkan aksi nyata di sektor ekonomi riil, bukan sekadar menumpuk rencana di atas meja.
“Kami sangat mengapresiasi KKMP Cangakan. Ini contoh nyata bahwa koperasi itu harus lincah dan adaptif. Jangan kelamaan bersiap kalau pasarnya (Gen Z) sudah di depan mata. Keberhasilan koperasi kelurahan ini harus menjadi cambuk bagi koperasi lain yang progresnya masih jalan di tempat,” tegas Maksum.
Siap Ekspansi Ekspres ke Basis Koperasi Besar
Tidak puas hanya menjadi jagoan lokal, KKMP Cangakan kini bersiap melakukan ekspansi agresif lewat skema kemitraan (franchise). Dekopinda bahkan sudah membidik target perluasan pasar berikutnya untuk mereplikasi kedai kopi mandiri ini ke wilayah lain di Karanganyar.
Menariknya, salah satu titik ekspansi terdekat yang dijadwalkan meluncur pertengahan bulan ini justru berada di kawasan Baturan. Lokasi ini merupakan basis utama dari KDMP—koperasi skala besar yang kini posisinya justru tersalip oleh pergerakan lincah koperasi level kelurahan tersebut.
Langkah ini menegaskan arah baru dunia perkoperasian di Karanganyar: yang cepat dan adaptiflah yang akan memenangkan pasar Gen Z. ( bre/ srt )
