Fokus Jateng-BOYOLALI, – Salah satu camat di Boyolali yang dilaporkan ke bupati terkait dugaan pengiriman video porno ke mantan anak buahnya akhirnya buka suara.
Camat tersebut membantah memiliki niat mengirimkan video tersebut kepada korban dan menyebut peristiwa itu terjadi karena salah kirim. Bahkan dirinya mengaku sudah meminta maaf secara langsung.
“Saya tidak berniat mengirimnya, itu salah kirim,” kata camat berinisial D tersebut saat dikonfirmasi, Rabu 8 Juli 2026.
Menurutnya, video itu hanya terkirim satu kali. Ia menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
“Iya, salah kirim. Saya juga sudah bertemu dengan yang bersangkutan dan saya pun sudah meminta maaf,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila pengiriman dilakukan lebih dari satu kali, barulah bisa dianggap sebagai tindakan yang disengaja. Menurut D, pesan tersebut langsung dihapus kurang dari 30 detik setelah terkirim sehingga ia mengira video itu belum sempat dilihat penerima. Karena merasa sudah menghapus pesan tersebut, ia mengaku saat itu tidak langsung menyampaikan permintaan maaf.
“Oh, hanya satu kali. Kalau sampai dua kali, itu namanya bukan salah kirim melainkan ada unsur kesengajaan. Kalau salah kirim itu ya hanya sekali, Mas. Mohon maaf ya,” katanya.
Hanya saja, pernyataan itu bertolak belakang dari apa yang dialami korban.
Sebagaimana diberitakan, korban sebelumnya mengaku mendapat 2 kali kiriman video.
Camat tersebut juga mengaku langsung menghapus video sesaat setelah menyadari kesalahan itu. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa TA masih menyimpan video tersebut.
“Video itu tidak lebih dari setengah menit sudah langsung saya hapus. Saya pikir masalahnya sudah selesai dan tidak akan dilihat-lihat lagi, makanya langsung saya hapus. Waktu itu saya tidak langsung meminta maaf karena videonya sudah langsung saya hapus saat itu juga,” ucapnya.
Terkait penyelesaian persoalan tersebut, ia mengatakan telah menjalani proses mediasi yang difasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Boyolali.
“Sudah ketemu. Kami sudah dimediasi oleh Badan Kepegawaian (BKPSDM) dan saya pun sudah meminta maaf kepada Mbaknya,” ujarnya.
Ia juga menyebut pertemuan tersebut diakhiri dengan saling bersalaman.
“Iya, kami sudah bersalaman kok. Silakan tanyakan saja ke pihak BKD (BKPSDM) untuk kepastiannya. Di sana kami sudah saling bersalaman,” katanya.
Saat ditanya apakah permasalahan itu berarti sudah saling memaafkan, camat tersebut mengaku hanya bisa memastikan dirinya telah menyampaikan permohonan maaf.
“Kalau dari pihak saya, saya sudah meminta maaf. Perkara apakah beliau memaafkan dengan tulus di dalam hatinya, saya tentu tidak tahu. Yang jelas, beliau sudah mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan saya,” katanya.
Camat tersebut juga membantah tudingan yang menyebut dirinya pernah mengirim video serupa kepada orang lain. Ia meminta siapa pun yang memiliki bukti untuk menunjukkannya.
“Kalau bisa membuktikan ya monggo, kalau tidak bisa membuktikan, jelas ya saya tuntut. Saya kan juga punya hak hukum, ketika ada yang memfitnah tanpa ada bukti ya saya tuntut secara hukum,” pungkasnya. ( yull/**)
